Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 13 Februari 2019, 22:26 WIB 1,982 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

SDN 1 Rempoah Juara Lomba Dokter Kecil Kecamatan Baturraden

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

SDN 1 Rempoah Juara Lomba Dokter Kecil Kecamatan Baturraden
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BATURRADEN, INFODESANEWS – Nindita Dwi dari SD Negeri 1 Rempoah berhasil menjadi juara Lomba Dokter Kecil Tingkat Kecamatan Baturraden sekaligus mengantarkannya untuk berlaga ke ajang lomba dokter cilik tingkat kabupaten Banyumas. Nindi berhasil menyisihkan 40 peserta lain dari berbagai sekolah di Baturraden. Sementara juara 2 diraih oleh Devia Putri dan jara 3 diraih Laras Faustina keduanya dari SD Negeri Purwosari.

Dartam S.Pd selaku ketua panitia mengatakan lomba dokter kecil itu digelar Rabu (13/2/2019) di Aula SD Negeri 1 Kemutug Kidul Kecamatan Baturraden. Juri lomba pada kegiatan ini melibatkan Guru Olah Raga, dan Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Petugas Kesehatan dari Puskesmas Baturraden.

“Peserta lomba mewakili sekolah masing-masing, dan telah menjadi kader kegiatan usaha kesehatan sekolah (UKS) dan telah mengikuti pelatihan dokter kecil. Lomba ini diikuti sebanyak 40 anak mereka mengikuti 2 tahapan lomba, yakni babak penyisihan dengan tes tulis dan babak final dengan bentuk lomba cerdas cermat. Setelah melalui babak penyisihan terpilih tiga terbaik untuk mengikuti babak final,” katanya

Koordinator Pendidikan Kecamatan Baturraden Yatiman S.Pd M Pd mengatakan lomba di kecamatan mengacu pada lomba tingkat kabupaten termasuk dokter kecil yang digelar hari ini. Lomba dokter kecil merupakan agenda rutin tahunan.

“Lomba lain seperti OSN O2SN, LCC, LSS, Lomba Pepustakan dan dalam waktu dekat akan digelan FLS2N. Setiap lomba akan ditetapkan juaranya Juara 1, 2 dan 3 serta Juara Harapan 1, 2 dan 3, dan masing-masing Juara 1 akan mewakili Kecamatan Baturraden pada lomba di tingkat Kabupaten. Khusus untuk lomba OSN yang mewakili Baturraden Juara 1, 2 dan 3,” katanya

Drg Widyarini Plt Kepala Puskemas 2 Baturraden mengatakan dokter Kecil adalah sebutan kader kesehatan yang ada di sekolah dasar. Dokter kecil lebih berperan dalam mengajak teman-teman mereka di sekolah untuk berperilaku hidup sehat.

“Kegiatan Dokter Kecil di sekolah terintegrasi dalam kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sebelum menjadi Dokter Kecil murid yang terpilih mendapatkan pelatihan pengetahuan dan ketrampilan terkait kesehatan sekolah,” katanya.

Sementara itu Tafrida perawat dari Puskesamas 1 selaku pemegang program UKS mengatakan lomba dokter kecil ini merupakan program yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar dan kesehatan anak sekolah.

“Dengan jumlah dan ketrampilan yang memadai melalui lomba Dokter Kecil akan memacu semangat mereka dan teman-temanya, karena memalui Dokter Kecil mereka juga bisa berprestasi,” kata Tafrida.

Dia berharap melalui lomba dokter kecil ini dapat meningkatkan peran dokter kecil khususnya di lingkungan sekolah dalam menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, menumbuhkan sejak dini semangat, motivasi, komitmen, dan cita-cita menjadi petugas kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan promotor kesehatan dan sebagainya

“Sesuai standar keberadaan dokter kecil idealnya setiap sekolah dasar/Madarasah Ibtidaiyah, jumlahnya minimal 10% dari total murid disekolah,” tambahnya

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi