Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (21 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (23 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 07 Januari 2019, 10:08 WIB 2,335 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Saka Kencana Kwarcab Banyumas Berlatih Survival

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Saka Kencana Kwarcab Banyumas Berlatih Survival
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS : Sebagai anggota Pramuka dimana sering mengikuti kegiatan di alam bebas, maka mempelajari cara bertahan hidup atau sering disebut Survival sangatlah diperlukan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Saka Kencana Kwarcab Banyumas Angkatan ke 3, berlatih Cara Bertahan Hidup (survival) dengan praktek bivak dan membuat kompor lapangan, Minggu (6/1/2019) di Halaman Kantor DPPKBP3A Kabupaten Banyumas.

Pemangku Adat Saka Kencana Santi Ramadani mengatakan materi ini di berikan untuk melatih kemandirian serta kerjasama diantara anggota Saka Kencana. Sebanyak 11 anggota mengikuti dengan serius pelatihan ini.

“Dalam melakukan kegiatan di alam terbuka, Pramuka perlu membekali diri dengan ilmu survival yang berarti harus mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis, di alam terbuka,” katanya.

Santi menambahkan timbulnya survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan itu antara lain keadaan alam baik cuaca maupun medan, keadaan makhluk hidup disekitar kita, serta keadaan diri sendiri yang meliputi fisik, kesehatan dan mental.

“Seseorang mampu bertahan atau tidak didominasi oleh mental. Maka ketika kita menemui hambatan ataupun kesulitan dialam bebas kita tidak boleh panik,” pesan Santi saat memberi pengarahan.

Anggita salah satu peserta mengatakan kegiatan ini mengaku sangat senang mengikuti pelatihan ini. Menurutnya materi itu perlu untuk melatih diri agar bisa bertahan hidup di situasi yang kurang nyaman.

“Dan juga dapat melatih agar bisa bertahan hidup di alam bebas,” katanya

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi