Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (37 menit yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (3 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (4 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (4 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (4 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (5 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (19 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 07 Agustus 2018, 21:34 WIB 372 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pencanangan Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pencanangan Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SURAKARTA, INFODESANEWS.COM – Pemilihan presiden dan pemilihan legislatif memang masih akan berlangsung tahun depan, namun suhu politik saat ini dinilai sudah terasa panas. Untuk menurunkan tensinya, penting bagi media massa maupun aktivis media sosial membantu dengan cara memelihara ruang publik yang kondusif dan mencerahkan.

“Saya kira penting sekali hari ini kita mengingatkan bersama-sama tentang pentingnya wartawan, media dan aktivis media sosial untuk menciptakan, memelihara ruang publik media yang kondusif dan mencerahkan. Bukan ruang publik media yang penuh provokasi, pecah belah dan semacamnya,” tutur mantan Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dalam Pencanangan Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, Senin (6/8/2018) malam di Monumen Pers Surakarta.

Mengambil tagline Santun Bermedia 2019, lanjutnya, kegiatan yang diinisiasi Kaukus Media dan Pemilu serta Kementerian Komunikasi dan Informatika ini mengajak para pemimpin redaksi, wartawan di wilayah Surakarta dan Semarang, pemerintah daerah, asosiasi media, aktivis media sosial, akademisi dan mahasiswa untuk menyukseskan gerakan tersebut. Kegiatan serupa rencananya juga akan digelar di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Selain Solo, kita juga akan ke kota-kota lain untuk berdiskusi, berdialog dengan teman-teman wartawan, netizen, pemilik media, untuk mari tahun 2019, tahun politik kita jadikan ruang media yang memberikan informasi, wacana yang mencerahkan. Bukan wacana atau informasi yang memecah belah,” jelas dia.

Pihaknya berharap, gerakan ini bisa mengingatkan kepada semua kalangan media untuk menjaga kesantunan, kelayakan berkomunikasi, baik di media massa maupun di ruang komunikasi publik yang lain.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyambung, demokrasi yang berkualitas tentu harus didukung pers atau media yang berkualitas, profesional dan beretika. Rudi meyakini, media-media arus utama tidak pernah bermain-main dalam menghasilkan produk jurnalistiknya. Sebab, di redaksinya harus melalui proses yang disebut check and balances.

“Tidak hanya memberitakan begitu saja. Dia pasti akan mengecek lagi, mengkonfirmasi lagi para pihak (narasumber), sehingga mereka meng-cover dari semua sisi pemberitaan,” tutur dia

Sebaliknya, media sosial umumnya tidak pernah melakukan check and balances. Sayangnya, karena kadang-kadang media mainstream ingin secepat media sosial, mereka mengambil di media sosial. Akhirnya, ini menjadi lingkaran setan. “Ini yang harus kita putus,” tandasnya.

Suatu produk jurnalistik diharapkan Rudi  senantiasa memegang undang-undang pers. Dengan berpedoman pada undang-undang pers, maka etika profesi otomatis berjalan.

“Saya yakin, yang namanya produk jurnalistik tidak ada yang hoax karena senantiasa mengacu pada etika profesi. Yang harus kita hadapi bersama-sama adalah mengajak lebih banyak lagi masyarakat, siapapun, untuk memanfaatkan media dengan teknologi baru, tetapi dengan konten yang tidak negatif,” terangnya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menilai kegiatan yang diselenggarakan Kaukus Media dan Pemilu adalah bentuk kewarasan yang dimunculkan dengan membangun moral dan etika. Dia meyakini, langkah yang dilakukan akan membawa satu harapan besar bahwa media dapat mengawal proses demokrasi ke arah positif.

“Saya sebagai calon incumbent kemarin, lebih suka ditulis Ganjar gagal untuk satu isu yang akan dibawa ke ranah politik, kemudian ditampilkan data. Menurut saya itu jauh lebih edukatif dan seksi,” kata dia.

Tulisan-tulisan menarik dan edukatif, sambung dia, akan membuat pemikiran masyarakat berkembang dan membuat mereka bisa memilih dan memilah dalam menentukan satu suara untuk kebaikan bangsa.(HumasJateng/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi