Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (6 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (6 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (6 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (14 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (14 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (22 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 hari yang lalu)
INFODESA 21 Juni 2019, 08:57 WIB 2,742 PDF

Pasar Pinggir Alas Baturraden Sediakan Makanan Tradisional

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pasar Pinggir Alas Baturraden Sediakan Makanan Tradisional
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS.COM – Pasar Pinggir Alas yang berlokasi di Jalan Raya Baturraden tepatnya di Grumbul Muntang Desa Karengtengah Kecamatan Baturraden telah diresmikan Sabtu 15 Juni 2019 oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani. Pasar ini sengaja dibuat dengan nuansa tradisional, dengan pintu gerbang berbahan bambu dan menyajikan makanan dan minuman tradisional. Setiap Sabtu-Minggu pasar ini sudah dipenuhi dengan pengunjung. Beragam ornamen dari bambu terpasang menghias pintu. Saat pembukaan pria berbeskap dan perempuan berjarit menyambut pengunjung di pintu dengan senyum terkembang.

Kepala Dinporabudpar Asis Kusumandani, mengapresiasi inisiatif warga kawasan wisata Baturraden yang membuka destinasi wisata digital ini. Dia mengingatkan pengelola untuk tetap menonjolkan keunikan dan ciri khas sebagai identitas pasar tersebut.

“Yang penting jaga kebersihan dan makanan harus higienis, perbanyak tempat selfie, dan upayakan pasar ini memiliki ciri khas tersendiri. Jadi tidak terkesan menjiplak di tempat lain,” pesannya

Ketika memasuki area dalam pasar, terlihat beberapa tampah terpasang, lengkap dengan tulisan-tulisan menghibur yang bertuliskan pesan maupun daftar harga makanan dan minuman. Beberapa sudut juga disiapkan hiasan untuk berswafoto ria, sehingga banyak pengunjung yang tidak melewatkan kesempatan ini untuk berfoto. Tempat menyajikan jajanan pun sebagian besar menggunakan perkakas dari tanah liat.

Sebelum membeli makanan, minuman, dan cenderamata yang dijual, pengunjung harus menukarkan uang di dekat pintu masuk. Pasar ini hanya menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan uang kepengan yang terbuat dari batok kelapa. Satu kepeng uang 2 sen setara dengan Rp 2 ribu dan 5 sen setara dengan Rp 5 ribu.

Pengelola Pasar Pinggir Alas, Sudiro mengatakan, ide untuk membuat pasar ini dilatarbelakangi keinginan untuk memberdayakan masyarakat desa. Setelah berdiskusi dengan sejumlah pelaku wisata, akhirnya lahan miliknya seluas 3.000 meter persegi dimanfaatkan untuk membuat pasar tradisional

Di tempat tersebut terdapat 80 lapak. Namun baru 65 yang terisi untuk stan makanan dan 10 stan untuk suvenir. Lapak yang masih kosong disebabkan karena sejumlah pedagang berasal dari Banyumas, tapi juga luar kota seperti Purbalingga

Sudiro menambahkan pasar ini, menjual lebih dari 100 jenis makanan tradisional. Mulai dari jajanan pasar, minuman tradisional, dan makanan khas jaman kuno. Ada banyak minuman tradisional diantaranya wedang cleblek (kopi), jamu, es mutiara, jahe, uwuh, dawet ayu, badeg (air nira), es cau (cincau), bajigur dan sebagainya. Sedangkan jajajan tradisional terdapat mendoan, getug, ciwel, cenil, inthil, pecel, gebral, candil, buntil, grontol, kacang godhog, busil, krawu, lopis, oyek, klepon, kemplang, srabi, awug-awug hingga nagasari

Pasar tradisional ini rencananya buka setiap hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional. Waktu operasional mulai pukul 06.00 hingga 17.00.

“Sambil makan pengunjung disuguhi hiburan ada musik tradisi juga seperti kentongan dan calung,” tambah Sudiro

Sunarmi warga Rempoah mengaku senang berkunjung ke pasar ini. Selain bisa makanan yang jarang ditemukan di pasar umum juga bisa berfoto-foto.

“Banyak tempat bagus untuk berfoto,” katanya

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi