Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 31 Oktober 2018, 15:59 WIB 2,649 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Latihan Simpur Komputer: Yonif 611/Awl Hancurkan Pemberontak Di Wilayah Samboja

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Latihan Simpur Komputer: Yonif 611/Awl Hancurkan Pemberontak Di Wilayah Samboja
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SAMARINDA,INFODESANEWS – Kejadian seperti unjuk rasa, kriminalitas dan lain-lainnya marak terjadi khususnya di daerah Kutai Kartanegara, Samarinda dan Balikpapan yang didalangi oleh sekelompok radikal kanan melalui cara-caranya menggunakan front politik, front kladenstain dan front bersenjata.

Kelompok tersebut mengalami perkembangan cukup pesat karena mendapat dukungan langsung dari ISIS dengan cara mendapatkan dukungan dana serta persenjataan, sebagai alat untuk mewujudkan tujuannya yaitu melepaskan diri dari pemerintahan dan membentuk negara yang berlandaskan Islam.

Batalyon Infanteri 611/Awang Long (Awl) melaksanakan operasi penghancuran di wilayah Samboja kompleks melumpuhkan dan menghancurkan insurjen, menangkap tokoh insurjen dalam rangka mengembalikan kondisi wilayah di daerah Samarinda dan Kab. Kutai Kartanegara.

Penghancuran tersebut dilakukan dengan operasi mengintegrasikan semua kekuatan yang ada termasuk pemanfaatan Informasi dan Teknologi mengikuti perkembangan jaman.

Demikian skenario latihan yang dilaksanakan satuan tempur Batalyon Infanteri 611/Awl selama tiga hari terhitung mulai tanggal 29 sampai dengan 31 Oktober 2018 bertempat di Markas Batalyon Infanteri 611/Awang Long desa Loa Janan Ulu Kec. Loa Janan Kab. Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur, Rabu (31/10/2018).

Salah satu tujuan latihan tersebut adalah memelihara dan meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf, komandan satuan bawah serta Komandan satuan perkuatan dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup hal-hal keterpaduan, kerjasama, koordinasi dalam pengambilan keputusan, taktik dan teknik, olah yudha, pengintegrasian semua kemampuan satuan yang dimiliki dan prosedur serta tata cara kerja yang berlaku dalam suatu posko serta kemampuan komando dan pengendalian operasi komandan yang diaplikasikan menggunakan fasilitas Simulasi Tempur (Simpur) Komputer berbasis teknologi.

Latihan Simpur Komputer tersebut ditutup oleh Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy ditandai dengan upacara penutupan dan dihadiri Para Kasi Korem 091/ASN, para Kabalak, para Dansat, Tim Asistensi, Pengawas dan Evaluasi serta para Perwira Pengendali dan Penilai Latihan.

Serta seluruh peserta latihan yaitu Danyonif 611/Awl beserta seluruh staf dan para komandan satuan bawahannya.

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan dalam amanat yang dibacakan Kasrem 091/ASN, mengemukakan bahwa, latihan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan peningkatan pengetahuan dan pengalaman yang bernilai tinggi, karena seluruh teori berdasarkan referensi telah dapat disimulasikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Lebih jauh Danrem 091/Asn mengingatkan, keberhasilan pelaksanaan latihan bukan diukur telah berjalannya mekanisme latihan, melainkan harus diukur dari bagaimana pelaksanaan latihan posko Simpur dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan komandan dan staf dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui baik saat prosedur hubungan komandan dan staf maupun pada saat pengendalian operasi berlangsung.

Diakhir amanatnya Danrem 091/ASN menekankan tentang pentingnya evaluasi disetiap latihan yang diselenggarakan, hal ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan, apa saja kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah penyempurnaan dalam latihan latihan yang akan datang.(Sumber Penrem ASN/Red).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi