Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
INFODESA 14 Mei 2019, 11:19 WIB 773 PDF

Isue Gerakan People Power Ditolak Sejumlah Umat di Blora

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Isue Gerakan People Power Ditolak Sejumlah Umat di Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Berbagai elemen tokoh agama di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat usai Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Karena itu mereka menolak adanya isue gerakan People Power dan menghimbau umat Blora tidak perlu mengikuti gerakan–gerakan yang tidak jelas arah tujuannya.

“Saya selaku pemuka agama Katolik merasakan di Kabupaten Blora aman dan nyaman. Karena itu kami minta kepada rakyat dan umat untuk tetap jaga persatuan dan kesatuan. Tidak perlu mengikuti gerakan People Power yang tidak bermanfaat bagi kepentingan umum. Kami semua sepakat untuk mengembangkan rasa kebaikan dan kedamaian kasih Tuhan untuk seluruh umat.” kata Agustinus Eko Wiyono, Rommo kepala paroki Gereja St. Pius Blora, Senin (14/5).

Dia mengatakan perhelatan Pemilu Legislatif dan Preseden/Wakil Presiden sudah selesai. Masyarakat sudah menggunakan hak pilihnya dengan baik sesuai hati nurani. Maka dari itu, sebagai warga negara yang baik harus memahami dan menerima hasil Pemilu itu sendiri.

“Pemilu sudah selesai, masyarakat dan umat kami di Blora sudah menerima hasilnya. Kami sudah minta, menghimbau umat dan masyarakat setiap acara kegiatan keagamaan untuk menerima hasil Pemilu 2019. Tidak perlu terpengaruh dengan ajakan untuk bergabung yang namanya people power karena gerakan itu merugikan. Kita tunggu penetapan resmi KPU pada tanggal 22 Mei mendatang.” Ujarnya.

Dia kembali menegaskan mendukung KPU dan Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang kredible dan professional. Selain itu juga mendukung upaya TNI-Polri dalam menjaga keamanan dari mulai tahapan Pemilu sampai akhir berjalan aman damai dan kondusif.

“Mari bersama-sama menjaga kita kondusifitas di wilayah Kabupaten Blora khususnya dan negara Indonesia pada umumnya. Kami telah sepakat menolak seruan people power. Serta menghimbau umat dan masyarakat untuk terus kawal kesatuan dan persatuan serta menghormati hasil keputusan KPU,” pungkas Rommo Eko. ***Red.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi