Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (37 detik yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (1 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (1 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (7 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (7 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (9 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (9 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (9 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (17 jam yang lalu)
INFODESA 24 Maret 2019, 07:25 WIB 1,480 PDF

Ini Lokasi TMMD Yang Paling Ekstrim

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ini Lokasi TMMD Yang Paling Ekstrim
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS – Koptu Herianto, anggota Koramil 02/Jepon sudah tidak terhitung menjadi Satgsa TMMD, dengan daerah tugas di banyak pedesaan. Termasuk bertugas di lokasi TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Jepon, di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. ”Ini lokasi TMMD yang paling ekstrim yang pernah saya lakoni,” paparnya mengomentari kondisi medan sasaran TMMD Reguler Kodim Blora itu.

Menurutnya, medan yang paling ekstrim adalah di lokasi sasaran fisik pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter. Dimana di beberpa titik diantaranya terdapat tanjakan yang cukup tinggi, dimana di kanan kirinya terdapat jurang yang cukup curam. Kondisi medan yang seperti itu, membuat droping material tidak bisa sampai ke titik sasaran, sehingga harus dilangsir secara manual.

Belum lagi, lanjut Koptu Herianto, waktu pelaksanaan TMMD yang berbarengan dengan musim hujan. Semua itu mengakibatkan target waktu penyelesaian pekerjaan menjadi molor, ”bagaimana target terpenuhi, seperti di sasaran fisik pembangunan jalan, jika hujan turun dipastikan pekerjaan dihentikan. Saat hujan reda kondisi jalan belumpur dan licin.” bebernya. (pendim 0721/Blora)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi