SUKOHARJO || INFODESANEWS. COM || Drs. Mursito mulai memperkenalkan diri sebagai salah satu calon Kepala Desa Manang Baki Sukoharjo untuk periode 2026–2034. Dalam materi pencalonannya, ia mengusung gagasan kepemimpinan yang menitikberatkan pada keterbukaan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang melibatkan partisipasi aktif warga.
Mursito menyampaikan bahwa niatnya maju sebagai calon kepala desa berangkat dari keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat, menyerap aspirasi warga, dan mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi desa.
"Saya ingin mengabdi, mendengar, dan bekerja nyata untuk masyarakat. Bersama masyarakat, membangun desa MAMA TRAKUMASERA (Maju, Mandiri, Tranparan, Akuntabel dan Sejahtera). Bersama-sama, mewujudkan perubahan,'"demikian pesan yang disampaikan dalam materi pencalonannya.
Menurut gagasan yang ditawarkan, pemerintahan desa perlu dibangun di atas prinsip keterbukaan, komunikasi yang baik, dan kesediaan untuk mendengarkan suara masyarakat. Aspirasi warga, menurut konsep tersebut, tidak cukup hanya diterima, tetapi juga perlu ditindaklanjuti melalui langkah nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.
Keterbukaan dan Pemberdayaan Jadi Prioritas
Selain mendorong keterbukaan pemerintahan, Mursito menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu fokus utama dalam gagasan pembangunan Desa Manang.
Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai penerima program pemerintah desa, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menentukan arah kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.
Melalui pendekatan tersebut, Mursito menawarkan konsep pembangunan yang memberikan ruang bagi warga untuk berpartisipasi, mengembangkan potensi, serta ikut mengambil peran dalam mendorong kemajuan desa.
Baginya, pembangunan desa idealnya tidak hanya berorientasi pada perubahan fisik, tetapi juga harus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan dan pengembangan kemampuan masyarakat.
Gagasan yang dibawanya dirangkum dalam sembilan fokus utama, yakni Maju, Mandiri, Transparan, Akuntabel dan Sejahtera. Tidak hanya itu pihaknya nanti jika terpilih tetap akan mengedepankan keterbukaan arah, ruang pengembangan, dan koneksi yang luas.
Keterbukaan arah menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Ruang pengembangan diarahkan untuk mendorong potensi serta kemampuan masyarakat, sedangkan koneksi yang luas dimaknai sebagai upaya memperkuat hubungan dan kerja sama, baik di dalam maupun di luar desa, guna membuka peluang kemajuan yang lebih besar.
Prinsip tersebut menjadi landasan gagasan kepemimpinan yang ditawarkan Mursito untuk Desa Manang apabila mendapat kepercayaan masyarakat dalam pemilihan kepala desa mendatang.
Dalam materi pencalonannya, Mursito juga menyampaikan harapan agar masyarakat memberikan doa dan dukungan terhadap langkah yang ditempuhnya.
Masyarakat Tetap Menjadi Penentu Pilihan
Meski membawa gagasan tentang keterbukaan, pemberdayaan, dan pembangunan partisipatif, realisasi dari setiap visi dan program nantinya tetap menjadi hal penting yang perlu dicermati masyarakat.
Warga Desa Manang memiliki ruang untuk menilai setiap calon secara objektif, membandingkan program yang ditawarkan, serta mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen masing-masing calon.
Sebab, gagasan yang baik perlu diikuti dengan perencanaan yang terukur, pelaksanaan yang konsisten, serta pertanggungjawaban yang jelas kepada masyarakat.
Melalui semangat keterbukaan dan transparansi, Mursito menawarkan konsep kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan desa.
Pada akhirnya, apakah gagasan tersebut mampu menjawab kebutuhan dan harapan warga Kalinegoro akan ditentukan oleh sejauh mana program yang ditawarkan dapat diwujudkan menjadi kerja nyata, apabila kelak memperoleh amanah dari masyarakat. (Her/Redslo)