Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 04 September 2018, 20:51 WIB 2,163 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Disdik Banyumas Gelar Expo Desa Vokasi dan Pendidikan Non Formal

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Disdik Banyumas Gelar Expo Desa Vokasi dan Pendidikan Non Formal
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BANYUMAS, INFODESANEWS – Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar Expo Desa Vokasi dan Satuan Pendidikan Non Formal Selasa (4/9) hingga Kamis (6/9) di Taman Rekreasi Andang Pangrenan Purwokerto. Kegiatan yang diikuti 34 stand itu dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra (Aspemkesra) Sri Yono SH, M.Si.

Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Takdir Widagdo, M.Si mengatakan expo digelar dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke 53 tahun 2018. Kegiatan diikuti 34 stand yang terdiri dari 27 UPK, 3 SKB, Dinas Perindustrian, PKBM,TBM, Tim Penggerak PKK serta unsur mitra pendidikan masyarakat.

Takdir Widagdo mengatakan expo menjadi ajang promosi berbagai bentuk proses kegiatan dan hasil produksi unggulan kegiatan pendidikan non formal dan desa vokasi, di antaranya sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan unsur mitra memamerkan serta menjual produk pada kegiatan ini. Selain itu di panggung utama Exspo diisi apresiasi seni serta budaya dari berbagai sekolah TK hingga SMA/SMK/MA.

“Dengan ekpo ini, kita tingkatkan inovasi dan produk unggulan dari desa vokasi dan satuan pendidikan non formal,” kata Takdir

Selain itu juga menjadi ajang sosialisasi dan promosi potensi desa vokasi dan satuan PNF, yang bermuara pada meningkatnya animo masyarakat, pemerintah desa, satuan PNF dan lembaga mitra dikmas dan kursus, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas serta kreatifitas, inovasi dan produk unggulan desa vokasi dan satuan PNF di Kabupaten Banyumas.

Desa Vokasi Membangun Desa Mandiri

Sementara itu Aspemkesra Sri Yono saat membacakan sambutan Pj Bupati Banyumas Drs Budi Wibowo M Si mengatakan sejak tahun 2010 yang lalu dikembangkan program pendidikan desa vokasi, dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan lingkungan melalui pendidikan non formal, yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Pada hahekatnya, fungsi pendidikan non formal (PNF) adalah sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal dalam mendukung pendidikan sepanjang hayat. Salah satu keunggulan PNF adalah adanya pemberian pendidikan keterampilan yang bersifat fungsional, selaras dengan tuntutan keperluan masyarakat maupun permintaan pasar kerja, seirama pula dengan lajunya proses perkembangan dan kemajuan masyarakat,” katanya

Untuk itu dia berharap semua pemerintah desa bisa memberikan dukungannya dengan menfasilitasi berbagai keterampilan produksi / jasa yang dimiliki, agar warga masyarakat mampu memberdayakan potensi desa menjadi produktif sebagai sumber pendapatan untuk meningkatkan mutu kehidupan dan pembangunan desa.

“Menyelenggarakan desa vokasi berarti membangun desa mandiri, sekaligus untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, karena dengan bekal keterampilan, diharapkan masyarakat bisa memberdayakan diri dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” tambahnya

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi