Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (7 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal Strategi Instagram dan WhatsApp Business (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (14 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (14 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (16 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (16 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (17 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (1 hari yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 11 Maret 2019, 01:44 WIB 1,786 PDF

DBD di Jambe, Januari 10 Kasus, Februari dan Maret Nihil

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

DBD di Jambe, Januari 10 Kasus, Februari dan Maret Nihil
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

TANGERANG, INFODESANEWS – Selama bulan Januari 2019, Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang menangani 10 pasien demam berdarah dengue (DBD). Ke-10 pasien itu terdiri dari 9 laki-laki dan satu perempuan. Mereka berasal dari desa Pasirbarat, Jambe, Mekarsari, dan Kutruk.

Sedangkan di bulan Februari dan hingga minggu kedua Maret ini, tidak ada satu pasien DBD pun yang dirawat.

“Untuk Februari tidak ada pasien DBD yang dirawat. Semoga tidak ada kejadian DBD di wilayah kami,” ujar KepalaTata Usaha Puskesmas Jambe, Siti Syuraningsih, SKM mewakili Kepala Puskesmas, dr. R. Astrid Heraline.

Menurut Siti, ke-10 pasien itu langsung ditangani dan dirujuk ke rumah sakit dan kini sudah sehat semua.

Dari data yang ada, dalam 3 tahun terakhir, di Jambe nol kasus DBD. Baru pada tahun ini muncul kasus penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegepty ini.

“Untuk itu kami memaksimalkan pembinaan terhadap warga untuk bersama-sama mencegah. Salah satunya dengan menggiatkan kader jumantik (juru pemantau jentik). Anggotanya berasal dari kader posyandu di wilayah Jambe,” terang Siti.

Pihaknya sudah meminta kepada ketua RT dan RW agar melaporkan jika ada warga yang kena DBD agar segera ditangani.

Ditambahkan Penanggungjawab Program Kesling dan DBD Rita Haerani, di daerah yang warganya kena DBD sudah dilakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan foging focus (pengasapan).

“Saat ini kami juga terus memantau dan melakukan penyuluhan kepada warga untuk memberikan pendidikan epidemologi agar mereka paham bagaimana ikut serta mencegah DBD,” tutur Rita.

Melalui program ini harapannya DBD bisa diantisipasi sejak dini hingga tidak timbul korban. Di sisi lain, Puskesmas Jambe kini juga terus menyosialisasikan perilaku hidup bersih bagi warga.

“Kami selalu dipesankan oleh ibu kepala puskesmas agar sekecil apapun informasi yang berkaitan dengan DBD dapat segera ditindaklanjuti sehingga DBD tidak mewabah,” tambah Rita. ***apt.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi