Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (5 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (5 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (5 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (13 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (17 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (17 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (21 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (22 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (22 jam yang lalu)
INFODESA 09 Juli 2018, 22:07 WIB 2,514 PDF

Pendaftaran Sekolah Melalui Fasilitas SKTM Mulai Dikeluhkan Orang Tua Siswa

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pendaftaran Sekolah Melalui Fasilitas SKTM Mulai Dikeluhkan Orang Tua Siswa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Pendaftaran sekolah yang memanfaatkan faslitas Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) mulai dikeluhkan para orang tua siswa, akibat banyak yang menggeser siswa yang berprestasi dengan nilai ujian nasional baik, terutama pada sekolah – sekolah favorit.

Prof Dr Tri Marheini, menyatakan, Fasilitas SKTM itu perlu dievaluasi kembali, bahkan kalau perlu dihapus, mengingat penggunaan surat miskin itu berpotensi menimbulkan kecurangan dan merugikan siswa yang berprestasi akibat tergeser dengan siswa yang memperoleh SKTM tersebut.

“solusinya adalah sekolah-sekolah non favorit hendaknya perlu menonjolkan karakteristiknya, sehingga bisa menjadi alternatif bagi orang tua untuk memasukkan anaknya ke sekolah yang tak kalah keren dari sekolah favorit,” ujarnya dalam Diskusi Prime Time Topic yang digelar MNC trijaya FM, yang digelar di Bahana Room, Hotel Normans Semarang, Senin (9/8/2018).

Ditambahkan Marheini, Langkah itu untuk menampung atau bersaing dengan sekolah yang selama menjadi favorit, Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah favorit jangan merasa kecewa, dan orang tua siswa juga jangan berkecil hati.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen, mengatakan, persoalan wajib sekolah kini masih menjadi permasalahan utama di Jateng, karena masih banyak anak-anak yang belum mampu bersekolah.

“DPRD sudah berupaya agar semua masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga miskin atau tidak mampu, bisa bersekolah,”terangnya.

Menanggapi persoalan SKTM, dikatakan Muh Zein, semua pemegang SKTM jangan diputuskan dulu, mengingat harus dibuktikan terlebih dahulu atas dugaan kecurangan.

Mekanisme penerimaan peserta didik, lanjutnya, baru harus dibenahi sehingga sistemnya bisa fair.

“Saya sepakat pendidikan menengah tidak menetapkan peserta didik baru, sebelum persoalan tersebut diselesaikan,” pungkasnya. Ndi

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi