Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (51 menit yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (20 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (23 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Agustus 2026, 13:33 WIB 1,241 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

MBG Boleh Jalan, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Jangan Tumbang

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

MBG Boleh Jalan, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Jangan Tumbang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

(foto ilustrasi)

INFODESANEWS — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang. Aturan, mekanisme dan petunjuk pelaksanaannya pun terus mengalami penyesuaian. Di tengah dinamika tersebut, pro dan kontra di masyarakat tak bisa diabaikan.

MBG pada dasarnya merupakan program yang memiliki tujuan mulia: memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Namun, tujuan baik tetap membutuhkan pengawasan dan perhitungan yang matang.

Jangan sampai rakyat miskin dan kurang mampu hanya dijadikan tameng setiap kali muncul kritik terhadap pelaksanaan maupun kebijakan anggaran MBG.

Kritik terhadap program bukan berarti menolak hak rakyat mendapatkan makanan bergizi. Justru sebaliknya, kritik diperlukan agar program yang menggunakan sumber daya negara tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Jangan Korbankan Pendidikan dan Kesehatan

Di tengah tuntutan pembiayaan MBG, pemerintah juga harus memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan makanan bergizi. Mereka juga membutuhkan sekolah yang layak, guru yang memadai, fasilitas pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan, obat-obatan serta akses terhadap layanan dasar.

Gizi penting, tetapi pendidikan dan kesehatan juga merupakan fondasi masa depan generasi bangsa.

Karena itu, jangan sampai pembangunan ruang kelas tertunda, fasilitas kesehatan terbengkalai atau pelayanan dasar masyarakat tertekan hanya karena prioritas anggaran bergeser tanpa perhitungan yang matang.

Jika anggaran terbatas, maka pemerintah dituntut semakin cermat menentukan prioritas, melakukan efisiensi dan memastikan setiap rupiah benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Aturan Boleh Berkembang, Pengawasan Jangan Kendor

Perubahan aturan dalam pelaksanaan MBG harus diikuti dengan sosialisasi dan evaluasi yang jelas. Jangan sampai pelaksana di lapangan justru kebingungan karena regulasi berubah lebih cepat daripada kemampuan mereka beradaptasi.

Publik juga berhak mengetahui bagaimana standar gizi ditentukan, bagaimana kualitas makanan diawasi, bagaimana distribusi dilakukan dan bagaimana persoalan di lapangan ditindaklanjuti.

Sebab, semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan transparansi dan akuntabilitasnya.

MBG bukan program yang harus kebal kritik.

Justru karena membawa nama dan kepentingan rakyat kecil, maka pelaksanaannya harus semakin terbuka terhadap kritik.

Rakyat Butuh Lebih dari Sekadar Slogan

Rakyat miskin tidak membutuhkan slogan bahwa pemerintah berpihak kepada mereka. Mereka membutuhkan manfaat yang benar-benar dirasakan.

Anak-anak membutuhkan makanan bergizi, tetapi mereka juga membutuhkan pendidikan yang berkualitas dan layanan kesehatan yang mudah diakses.

Karena itu, MBG boleh jalan, tetapi pendidikan dan kesehatan jangan tumbang.

Jangan sampai atas nama memperjuangkan rakyat miskin, justru sektor dasar yang menentukan masa depan mereka dikorbankan.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mengorbankan kebutuhan dasar lainnya.

Rakyat kecil jangan dijadikan tameng. Pendidikan jangan dianaktirikan. Kesehatan jangan dipinggirkan. Dan anggaran publik harus benar-benar kembali kepada kepentingan rakyat.

OPINI

Penulis: Redaksi Infodesanews

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi