Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (41 menit yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (45 menit yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (53 menit yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (15 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (22 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu)
PARIWISATA 11 Juni 2024, 18:24 WIB 954 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kirab Dewa Obat Poo Seng Tay Tee Meriahkan Semarang

Penulis: Biro Pati
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kirab Dewa Obat Poo Seng Tay Tee Meriahkan Semarang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Biro Pati

SEMARANG, INFODESANEWS – Klenteng Tay Kak Sie kembali menggelar acara Kirab Dewa Obat Poo Seng Tay Tee, yang kini menjadi salah satu ikon budaya Kota Semarang. Acara ini diadakan untuk memperingati kedatangan Kimsin (patung) Poo Seng Tay Tee atau Dewa Obat, pada Minggu (09/06/2024).

Kirab budaya ini, yang juga dikenal sebagai Arak-arakan Sam Poo Kecil, telah mencapai tahun ke-164. Sejak Sabtu malam (08/06/2024), ratusan orang telah berkumpul di aula Klenteng TITD Tay Kak Sie, Gang Lombok, Semarang, untuk melakukan persiapan.

Belasan orang terlihat dirias menjadi Bekhun, sosok pengawal kuda Sam Poo. Para peserta yang berperan sebagai Bekhun meyakini bahwa dengan bernazar, keinginan mereka akan terkabul.

Kirab dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie pada Minggu (09/06/2024) pukul 05.00 WIB, diawali oleh pasukan pembawa bendera merah putih. Pasukan pemikul tandu yang membawa patung Dewa Obat dan pengawalnya, serta kelompok Sapu Jagad dan Bekhun pengawal pasukan berkuda, mengikuti di belakangnya.

Rombongan kemudian menyusuri Pecinan, berhenti di Klenteng Ho Tek Bio di Gang Pinggir, dan diangkut ke Pantai Marina dengan truk. Setibanya di gerbang Pantai Marina, kirab dilanjutkan menuju tempat upacara. Acara ritual di Marina ini merupakan simbol penyambutan kedatangan Kimsin Dewa Obat dari Tiongkok.

Siang harinya, rombongan kembali diangkut dengan truk dan diturunkan di pintu gerbang Pecinan, Kranggan, Semarang. Kirab kemudian dilanjutkan keliling Pecinan, mampir ke setiap kelenteng di kawasan Boen Hian Tong (Gedung Rasa Dharma), perkumpulan Tionghoa tertua di Semarang. Arak-arakan ini diakhiri di titik awal pemberangkatan, yakni di Klenteng Tay Kak Sie pada sore hari.

Menurut Ketua Boen Hian Tong, Harjanto Halim, kirab ini berawal dari wabah penyakit yang melanda Kota Semarang pada tahun 1853. Warga Tionghoa saat itu meminta bantuan kepada dewa yang disimbolkan dalam Kimsin Dewa Obat. Patung ini kemudian dikirim dari Tiongkok dan setelah sampai di Semarang, diadakan kirab yang berangsur menghilangkan wabah tersebut. Kirab ini terus diperingati hingga sekarang.

Harjanto menambahkan, kirab Poo Seng Tay Tee kini tidak hanya menjadi ritual bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi parade budaya yang menarik wisatawan. Acara ini mencerminkan toleransi dan dukungan antaragama, menjadi karakteristik warga Kota Semarang.

(Christian Saputro/red)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PARIWISATA #infodesanews #kabarindonesia
Biro Pati

Biro Pati

Wartawan Daerah Pati

Pewarta seputar kabar daerah Pati dan Pantai Utara Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi