Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (12 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 03 Januari 2026, 08:33 WIB 855 PDF

Iming-Iming Uang Berujung Kejahatan, Dua Anak di Lamsel Jadi Korban Persetubuhan

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Iming-Iming Uang Berujung Kejahatan, Dua Anak di Lamsel Jadi Korban Persetubuhan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap dua anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial S (44) sebagai tersangka.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan keluarga korban yang mencurigai adanya perbuatan asusila terhadap dua anak perempuan yang masih berusia 14 tahun.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin, 15 Desember 2025.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula saat salah satu korban berkenalan dengan tersangka melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, tersangka membujuk korban dengan iming-iming pemberian uang sebesar Rp200 ribu serta meminta korban mengirimkan foto tidak senonoh.

Setelah korban mengirimkan foto tersebut, janji pemberian uang tidak kunjung dipenuhi. Tersangka kemudian kembali menghubungi korban dan mengajak bertemu dengan alasan akan menyerahkan uang yang dijanjikan. Namun, ajakan tersebut disertai ancaman bahwa foto korban akan disebarluaskan apabila korban menolak.

Karena merasa tertekan dan ketakutan, korban akhirnya memenuhi ajakan tersangka dan menemuinya di sebuah kontrakan di wilayah Kalianda pada Senin, 15 Desember 2025. Saat pertemuan berlangsung, tersangka mengajak korban masuk ke dalam kamar dan diduga melakukan perbuatan melanggar hukum.

Dari hasil pengembangan perkara, penyidik menemukan bahwa tersangka juga diduga melakukan perbuatan serupa terhadap satu korban lain yang masih di bawah umur. Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Indik Rusmono, mengatakan pengungkapan kasus dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari para saksi, korban, serta alat bukti yang cukup.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka diduga kuat melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap dua anak di bawah umur. Saat ini tersangka telah kami amankan dan ditahan di Polres Lampung Selatan,” ujar AKP Indik Rusmono.

Tersangka S (44), warga Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, diamankan pada Kamis, 2 Januari 2026. Saat ini, tersangka telah ditahan di Mapolres Lampung Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tegas Indik.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Indik Rusmono mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan wali, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam penggunaan telepon genggam dan media sosial.

“Kami mengingatkan orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak, termasuk interaksi mereka di dunia digital. Jangan ragu melaporkan ke kepolisian apabila menemukan indikasi kekerasan atau kejahatan terhadap anak,” kata dia Sabtu (3/1/2026)

Polres Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan hukum serta membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penindakan kejahatan terhadap anak. (red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi