Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (15 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 Juli 2018, 21:30 WIB 2,172 PDF

Ganjar Ancam Tiga Kepala Sekolah SMA / SMK Di Jateng Dicopot Terkait SKTM

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ganjar Ancam Tiga Kepala Sekolah SMA / SMK Di Jateng Dicopot Terkait SKTM
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ancam bakal mencopot jabatan Kepala Sekolah SMA/SMK yang diketahui tidak melakukan verifikasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar sekolah, setelah tiga Kepala Sekolah diperingatkan.

Ganjar menuturkan, tiga Kepala Sekolah tingkat menengah atas dan kejuruan yang diketahui tidak melakukan verifikasi terhadap SKTM. Ketiga sekolah itu jumlah pendaftar yang menggunakan SKTM mencapai 100%.

“Saya sudah tegur beberapa kepala sekolah yang tidak melakukan verifikasi. Bahkan saya peringatkan. Mereka kalau tidak mau jadi kepala sekolah, berhenti saja,” ujarnya.

Dikatakan Ganjar, jabatan mereka bisa juga dicopot, yang mendapat teguran itu Kepala SMAN Mojogedang Karanganyar, Purwadi, Kepala SMAN 1 Blora, Mariya dan Kepala SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar.

Bahkan, lanjutnya, ketiga kepala sekolah itu berdalih tidak melakukan verifikasi karena tidak ada dasar tertulis dari Dinas Pendidikan setempat.

Tidak hanya mencopot, Ganjar juga mengancam akan memidanakan bagi siapa saja yang terlibat jual- beli SKTM dalam Penerimaan Peserta Didik Baru tingkat SMA/SMK.

“Kalau ada yang terlibat jual beli SKTM dalam proses PPDB akan saya pidanakan. Namun saya tidak terburu-buru, akan saya didik dan bina lebih dulu,” tuturnya.

Menurutnya, Dengan banyaknya penyalahgunaan SKTM dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah, pihaknya telah meminta panitia PPDB dan sekolah untuk segera melakukan verifikasi ulang data calon siswa yang menggunakan SKTM sebelum PPDB tersebut diumumkan.

“berdasarkan data yang diterima jumlah calon siswa yang sudah dicoret, karena terindikasi menggunakan SKTM abal-abal dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya mencapai ribuan calon siswa,” pungkasnya. (Ndi)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi