LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Bukan sekadar mengejar trofi. Lapangan GOR Way Handak, Kalianda, kini menjadi panggung adu skill, mental dan sportivitas generasi muda Lampung Selatan. Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2026 resmi bergulir, Selasa (6/10/2026), dengan pesan kuat dari Bupati Radityo Egi Pratama: semangat olahraga harus kembali tumbuh di tengah generasi muda.
Pembukaan turnamen berlangsung di tengah antusiasme peserta dan masyarakat. Bola voli tidak hanya diposisikan sebagai pertandingan, tetapi juga sebagai ruang positif bagi anak muda untuk bergerak, berkompetisi dan membangun karakter.
Bupati Egi menegaskan, olahraga memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas fisik. Kesehatan tubuh, menurutnya, berkaitan erat dengan kesehatan jiwa, hati dan pikiran.
"Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat membuat hati dan pikiran juga sehat, lebih tenang, sehingga kehidupan kita menjadi lebih baik," ujar Egi saat membuka Turnamen Bola Voli Putra Bupati Cup 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Selasa (6/10/2026).
Pesan tersebut menjadi salah satu garis penting dalam penyelenggaraan Bupati Cup 2026. Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin lekat dengan dunia digital, olahraga diharapkan tetap menjadi ruang nyata untuk membangun disiplin, kekompakan, keberanian dan sportivitas. Sebab, kemenangan di lapangan bukan satu-satunya ukuran.
Cara bertanding, menghormati lawan, menerima hasil pertandingan dan tetap menjaga kebersamaan juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Turnamen ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana potensi olahraga, khususnya bola voli, dapat berkembang di Lampung Selatan. Dari lapangan GOR Way Handak, para pemain bukan hanya memperebutkan angka demi angka.
Mereka sedang menunjukkan bahwa generasi muda Lampung Selatan memiliki ruang untuk bergerak, berprestasi dan membuktikan kemampuan melalui kompetisi yang sehat. Bupati Cup 2026 akhirnya bukan cuma tentang siapa yang menjadi juara.
Pertandingan ini juga tentang bagaimana olahraga kembali menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda—bukan sekadar menjadi penonton, tetapi tampil dan mengambil peran di lapangan. (Red)