Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (5 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (19 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (21 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (21 jam yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (22 jam yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 02 November 2019, 10:56 WIB 1,070 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ziarah Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 102

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ziarah Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 102
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

KARANGANYAR, INFODESANEWS – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 102 tahun 2019, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama, S.Sos., bersama dengan Forkopimda kabupaten Karanganyar, melaksanakan ziarah ke makam sesepuh Karanganyar diantaranya adalah Makam Nyi Ageng Karang, Jum’at (01/11/19).

Makam Nyi Ageng Karang menyimpan sejarah yang sangat penting untuk Kabupaten Karanganyar, karena Makam Nyi Ageng Karang merupakan cikal bakal berdirinya desa Karanganyar dan kabupaten Karanganyar. Sejarah Karanganyar tidak bisa dilepaskan dari sosok Nyi Ageng Karang. Nyi Ageng Karang juga dikenal sebagai Raden Ayu Diponegoro atau Raden Ayu Sulbiyah. Dia adalah istri Pangeran Diponegoro. Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda dan diasingkan ke Afrika Selatan maka Nyi Ageng Karang mengasingkan diri di hutan belantara (yang sekarang disebut Karanganyar).

Makam wanita yang merupakan istri Pangeran Diponegoro dari Keraton Mataram di Kartasura, Sukoharjo itu berada di Ngloji RT. 02 RW. 04 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karangayar, Kabupaten Karanganyar.

“Singkat cerita, Nyi Ageng Karang bertemu dengan Raden Mas Said.  Raden Mas Said ini cucu Nyi Ageng Karang. Mereka bertemu di padepokan Nyi Ageng Karang,”

Sebagai tuan rumah, Nyi Ageng Karang menjamu cucunya yang juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa. Julukan itu diberikan kepada Raden Mas Said, karena kelihaian dan kedigdayaan mengalahkan tentara Belanda. Saat itu, Nyi Ageng Karang menyuguhkan jenang bekatul dan burung tekukur.

Raden Mas Said tidak menyadari bahwa Nyi Ageng Karang sedang mengajarkan filosofi perang melawan tentara Belanda. Ya, lewat suguhan yang disajikan itu,” Raden Mas Said kemudian menyantap jenang bekatul. Dia menyendok jenang dari tengah. Diceritakan bahwa Raden Mas Said kepanasan.

Nyi Ageng Karang mengajarkan kalau makan jenang bekatul itu dari tepi lalu perlahan ke tengah. Filosofi itu sama dengan strategi melawan tentara Belanda. Nyi Ageng Karang menyarankan Raden Mas Said menyerang tentara Belanda dengan strategi gerilya.

Burung tekukur yang juga disuguhkan kepada Raden Mas Said memiliki makna berbeda. Nyi Ageng Karang menerima wangsit saat bertapa. Isi wangsit kurang lebih menyatakan barang siapa memakan burung tekukur akan menjadi raja.

“Raden Mas Said menjadi raja, yakni Raja Mangkunegara I. Raden Mas Said juga menuturkan tempat pertemuan itu akan menjadi keramaian zaman. Dia menamai Karanganyar, karena merasa mendapat pencerahan baru,”.

Nyi Ageng Karang meninggal dan dimakamkan di Masjid yang sekarang disebut Masjid Al Mukaromah Karanganyar, karena perluasan masjid membuat makam bergeser sekitar 200 meter.

(Tr-Pendim 0727/Kra)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi