Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (6 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (21 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 21 November 2019, 12:09 WIB 907 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Walikota Samarinda Belajar Kelor Di Blora

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Walikota Samarinda Belajar Kelor Di Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, INFODESANEWS –  Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang S.H, M.Si. bersama sejumlah kepala OPD Kota Samarinda (Kalimantan Timur) pada hari Kamis (21/11/2019) melakukan studi tiru di Kabupaten Blora. Kedatangan Walikota disambut langsung oleh Bupati Djoko Nugroho dengan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj. Umi Kulsum dan seluruh OPD di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Bupati Djok Nugroho dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Blora, Pihaknya mengaku bangga dengan adanya kunjungan yang dilakukan oleh Walikota Samarinda bersama rombongan jauh-jauh dari Kalimantan Timur.

“ Atas nama Pemkab dan masyarakat Blora, kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah dipilihnya Blora sebagai tempat belajar tentang tanaman kelor,” ucap Bupati.

Bupati mengatakan, bicara tentang kelor memang luar biasa, Tanaman kelor ternyata mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan termasuk mencegah stunting atau kekerdilan.

“Banyak orang dari luar Blora, bahkan luar negeri yang datang ke Blora untuk belajar mengolah kelor. Jadi dari kelor ini Blora semakin terkenal dan banyak yang tahu tentang Kabupaten Blora. Saya juga ucapkan terimakasih pada Pak Dudi yang telah membudidayakan kelor di Desa Ngawenombo hingga sukses seperti saat ini dan menjadi rujukan studi banding banyak daerah,” ucap Bupati.

Bupati berharap, tak hanya soal kelor, namun kedatangan Walikota Samarinda ini, nantinya ada hal lain yang bisa dikerjasamakan untuk kemajuan di masing masing daerah.

“ Sekali lagi saya ucapkan terimakasih, semoga kunjungan ini nanti bisa membawa dampak positif untuk kedepannya,” pungkas Bupati.

Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang S.H, M.SiH dalam sambutannya mengapresiasi penyambutan yang telah diberikan oleh Bupati Blora bersama seluruh kepala OPD yang hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati ini.

“Saya ucapkan terimakasih Pak Bupati bersama jajarannya yang telah menyambut kami bersama rombongan. Kami datang ke Blora dalam rangka belajar Tanaman Kelor yang berada di Desa Ngawenombo, Kunduran. Sebelumnya kami sudah mengundang Pak Dudi untuk memberikan paparan kepada seluruh Kepala OPD, Camat dan Kades/ Lurah di Samarinda. Jadi ini bentuk tindak lanjut hal tersebut,” terang Syaharie.

Kedepan, lanjut Syaharie pihaknya merencanakan pengembangan tanaman kelor di Kota Samarinda, sehingga masyarakat Samarinda juga bisa tahu akan manfaat kelor.

“Kami sudah bicara banyak dengan Pak Bupati dan Pak Dudi, rencananya kedapan kami juga akan mengembangkan tanaman kelor untuk budidaya di Kota Samarinda, tentu ini preogres bagus namun tentu secara betahap” lanjut Syaharie.

Langkah ini diambil karena tanaman kelor yang mudah perawatan dan cepat pemanenannya membuat pihaknya tertarik untuk membudidayakan kelor di Samarinda.

“Jika sawit harus menuggu lama, jagung harus tiga bulan, namun kelor jika sudah ditanam dan tumbuh, satu bulan sudah bisa dipanen ini yang membuat kami tertarik, disamping manfaat kelor yang banyak,” jelasnya.

Ir. Ai Dudi Krisnadi mengatakan bahwa pohon kelor adalah pohon ajaib atau ‘miracle tree’. Terutama di bagian daunnya. Sebagaimana kelompok sayuran maka daun kelor kaya vitamin, mineral, serat dan fitokimia. Dan kandungan vitamin dan mineralnya dibanding sayuran lain pada umumnya lebih tinggi kelor.

“Menurut sebuah penelitian, vitamin A di daun kelor empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk. Dengan kandungan yang bisa menangkal radikal bebas tersebut, stres oksidatif juga bisa dikurangi,” ujarnya.

Usai diterima di Pendopo Kabupaten, Walikota bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Pusat Pengembangan Tanaman Kelor “Puri Kelorina” dan melihat lahan kelor yang berada di Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran.

Rombongan juga sempat mampir ke Dekranasda Kabupaten Blora untuk berburu oleh-oleh kerajinan khas daerah hasil produksi UMKM lokal Blora. (Tim Liputan Blora)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi