Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (9 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (11 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
INFODESA 03 Juli 2023, 23:11 WIB 2,586 PDF

UPTD PUSKESWAN JATI AGUNG BERIKAN VAKSIN LSD GRATIS

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

UPTD PUSKESWAN JATI AGUNG BERIKAN VAKSIN LSD GRATIS
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS |  UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan berikan vaksin untuk penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak sapi secara gratis.

Para peternak hewan sapi Jati Agung belum ada yang melapor ternak sapinya terjangkit penyakit LSD. Namun, sebagai upaya untuk mengatasi penyebaran LSD, kami akan memberikan vaksin secara gratis kepada pemilik ternak,” kata Kepala UPTD Puskeswan Kecamatan Jati Agung, Sujatmiko, SE, di kantornya Senin (3/7/2023)

Jatmiko menjelaskan beberapa hari yang lalu menjelang hari raya Idul Adha 1444 H, pihaknya menerima 100 dosis vaksin. Itu semua digunakan untuk mengantisipasi hewan kurban. Kemudian, beberapa yang lalu pihaknya kembali menerima 1000 dosis vaksin. Itu baru akan digulirkan kepada masyarakat yang mempunyai ternak sapi pada Rabu (5/7/2023) besok yang diberikan secara gratis.

Jadi kalau ada warga yang mengatakan vaksin sapi dipungut biaya itu tidak benar,Sementara itu, Suyatno, warga Desa Margodadi menyebutkan pengobatan kewan sapi yang terjangkit penyakit LSD sebesar Rp150 ribu pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Komoditas Sayuran dan Tanaman Obat Strategis di Desa Margo Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Rabu (28/06/2023) yang dipimpin Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Dr. Donald Harris Sihotang itu benar. Karena itu pengobatan, bukan vaksin.

Saya tegaskan sekali lagi, kalau vaksin diberikan gratis, tapi kalau pengobatan dipungut biaya, karena obatnya membeli,tegas Jatmiko.

Jatmiko menganalogikan apabila petugas kesehatan mengobati pasien, pasti akan dipungut biaya, akan tetapi petugas kesehatan yang memberikan vaksin, dapat dipastikan tidak memugut biaya alias gratis.

Lebih jauh dia menerangkan, penyebaran kasus LSD memang tengah menjadi focus penanganan. Salah satu upaya penanganan yang dilakukan dengan memberikan vaksin gratis pada setiap ternak yang terjangkit penyakit LSD.

Kami fasilitasi vaksin gratis untuk tiap ternak yang sakit LSD. Dan stoknya sudah ada di pusat kesehatan hewan (puskeswan) Jati Agung.Tegasnya.

Jatmiko menjelaskan bahwa vaksin diberikan kepada ternak sapi yang kondisinya sehat setelah dokter atau mantri hewan melakukan pemeriksaan.

Vaksin akan diberikan untuk sapi yang sehat, baik yang benar-benar sehat ataupun sudah sembuh dari penyakit LSD.Pungkasnya.

Menurut dia, penyakit LSD pada sapi ditandai dengan bentol-bentol pada kulit dan sering disertai kebengkakan pada kaki dan gelambir. Penyakit ini perlu diantisipasi karena penanganannya akan lebih mudah.

Lebih lanjut Jatmiko menambahkan jika vaksin diberikan ke sapi yang terjangkit penyakit akan membuat lemah dan hasilnya tidak efektif. Dia berpesan agar pemilik sapi selalu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar kandang sapi. Tujuannya untuk mencegah penularan penyakit karena penularannya lewat lalat dan nyamuk.

Tanaman yang tinggi atau rumput yang sekiranya dapat menjadi sarang nyamuk sebaiknya dibersihkan. Juga bisa menggunakan obat nyamuk atau kalau bahasa sini kan diasapi (bediang) juga.Ujarnya.(Ronald)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi