Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (1 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (2 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (3 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (3 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (9 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (19 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (19 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 April 2018, 22:14 WIB 1,550 PDF

Umumnya Eks Napiter Dengan Latar Belakang Masalah Ekonomi

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Umumnya Eks Napiter Dengan Latar Belakang Masalah Ekonomi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Temanggung, Infodesanews.com  – FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris) dalam tugasnya berkomunikasi dalam menjembatani persoalan terorisme, salah satunya dengan mendampingi eks napiter (narapidana teroris). Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, Dr H Budiyanto SH.  M. Hum menemukan berbagai persoalan yang melatarbelakangi munculnya teroris. Dikatakan, persoalan yang melatarbelakangi 94 orang mantan pelaku teror lebih dominan karena persoalan ekonomi dan bukan ideologi. Demikian diungkapkan dalam jumpa pers FKPT Jateng di Pondok Lesehan Kampung Sawah Jalan Gatot Subroto 25 Kabupaten Temanggung (04/04/2018)

Selain adanya masalah pemahaman agama yang cenderung tekstual, terdapat pula latar belakang ekonomi, “ada yang bermasalah dengan pemahaman yang tekstual, ada juga yang karena alasan ekonomi. Tapi mayoritas masalah ekonomi” ungkap Budiyanto yang juga senior KNPI Jateng. Dikatakan, mereka yang berjuang sampai ke luar negeri seperti Afganistan, Iraq, Syiria dan sebagainya menyadari dan berfikir tentang caranya kembali ke Indonesia. Mereka ini berjuang dengan gigih untuk bisa kembali ke Indonesia. Lebih lanjut setelah kembali mendapat pembinaan dalam prosesnya untuk dapat kembali hidup bermasyarakat

“Ada yang dijanjikan mendapatkan gaji 40 juta” tegasnya, “sekarang mereka telah bertaubat dan memanfaatkan waktunya dengan bekerja seperti layaknya warga indonesia” kata dia melanjutkan, “mereka ini sudah sering kita jadikan narasumber dalam kegiatan kita (FKPT)” tutur pria yang juga Dosen FIS Unnes, “mereka sudah sadar bahwa mereka berjuang untuk ideologi dan negara lain” tandasnya menerangkan.

Dikatakan, FKPT telah berkoordinasi dengan Pemerintah sehingga dapat memberikan bantuan stimulan bagi mereka dalam merintis usaha. Sejauh ini, langkah kongkrit kegiatan yang dilakukan FKPT dengan KNPI berbentuk pencegahan. Sebab, kalau seseorang sudah terlibat lebih jauh dalam radikalisme-terorisme maka sudah menjadi tugas BNPT. Upaya-upaya dialogis dan lebih lunak terus dilakukan dalam mencegah supaya jangan sampai para pemuda terlibat pada terorisme. Pemuda sebagai aset bangsa ini jangan sampai direkrut mereka. Karena dengan adanya aksi teror tersebut korbannya sangat banyak. Ini kerugian yang sangat besar. Baik dari segi jumlah korban nyawa maupun korban materi.

Jumpa pers ditutup dengan penandatangan kerjasama dengan KNPI se eks Karesidenan Kedu dalam upaya pencegahan radikalis-teroris di kalangan generasi muda. Sementara, Sekretaris FKPT Jateng, Samsul Huda, MSI dalam wacana pembukanya menyampaikan harapannya agar kegiatan kerjasama tersebut dapat efektif dengan peran KNPI sebagai tempat berhimpunnya organisasi kepemudaan.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi