Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (12 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 15 Desember 2017, 17:51 WIB 2,413 PDF

Training Sensivitas Kelompok Perempuan, Bangun Kesetaraan Difabel

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Training Sensivitas Kelompok Perempuan, Bangun Kesetaraan Difabel
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Setiap manusia lahir dengan berbagai potensi yang dimiliki. Namun demikian, potensi yang dimiliki menjadi semakin terhambat oleh karena keterbatasan fisik. Hal tersebut diungkapkan oleh Helen Intania dari LSM PPRBM Training Sensifitas Kelompok Perempuan yang diikuti oleh RW se-kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Semarang dilaksanakan kemarin (14/12/2017) di balai kelurahan Tandang.

“Setiap manusia yang terlahir di dunia ini, mempunyai potensi dan permasalahannya yang berbeda” Kata Helem setelah salam pembuka. “Meskipun terlahir dengan keterbatasan fisik atau cacat, kita tidak perlu menyebut istilah tersebut apalagi mengucilkan mereka. Selayaknya istilah cacat harus diganti dengan sebutan difabel. Difabel ini bisa berupa gangguan intelektual, gangguan mental, gangguan fisik maupun gangguan sensorik”. Terangnya pada para peserta.

Lebih lanjut, ia mengajak pada masyarakat untuk dapat memberdayakan potensi mereka. Bukan hanya sekedar berbicara dengan rasa iba.

“Kita semua memang iba, tetapi jangan hanya karena kasihan maka mereka tidak mendapatkan haknya untuk dapat berkembang sebagaimana layaknya kawan sebaya mereka. Mereka harus dididik, dilatih dan diberdayakan agar mampu bertahan dan berbaur sebagaimana lazimnya. Mereka dan kita adalah sama, hanya sebatas makhluk Tuhan. Maka, kita dan mereka adalah setara” demikian Helen memberikan pemahaman.

Sementara itu, Dwi Supratiwi juga menegaskan hal serupa. Aktivis perempuan dan kegiatan sosial tersebut menerangkan berbagai kasus salah paham dan salah penanganan pada penyandang difabel.

“Tadi sudah kita saksikan bersama. Sebuah drama yang mementaskan lakon seorang penyandang difabel. Hal tersebut masih dan sering terjadi pada masyarakat kita saat ini.” Ungkap Tiwi. “Untuk itu kami perlu mengajak pada para kader yang mengikuti pelatihan ini, bila nanti di tengah masyarakat ada anak difabel supaya bisa menjadi pionir dalam menangani kasus serupa dengan baik dan benar.” Tegasnya menghimbau.

Lurah Tandang, Suwito berharap agar para peserta bisa fokus dan serius dalam pelatihan tersebut. “Pelatihan ini sangat penting bagi kita semua. Untuk itu kami berharap pada semua peserta untuk bisa fokus dan serius dalam mengikuti” Kata Suwito.

Bertemakan membangun kepekaan tentang difabilitas perempuan dan anak, kegiatan dimaksudkan sebagai upaya penghormatan dan perlindungan terhadap penyandang difabel. Training yang diikuti oleh kader dari organisasi perempuan dan kelompok difabel ini, dibuka dengan pementasan drama yang mengisahkan sebuah keluarga dengan anak penyandang masalah difabel. Drama ilustrasi tersebut menggambarkan penanganan yang tidak tepat dan berakhir pada penganiayaan.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi