Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (3 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (12 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (12 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (18 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 24 Februari 2018, 06:38 WIB 1,593 PDF

Tommy, Kirim Seorang PSK ke Panti Asuhan

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tommy, Kirim Seorang PSK ke Panti Asuhan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com –  Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Yarmawan Said mengirim seorang Pekerja Seks Komersil (PSK) berinisial YT (36) ke Panti Asuhan Al Hikmah Ngaliyan semalam (21/02/2018). PA Al Hikmah merupakan salah satu panti asuhan kerjasama yang bisa menerima Kelayan di luar jam kantor. Diterangkan oleh Tommy bahwa kelayan (istilah untuk untuk orang telantar, gepeng dan sejenisnya yang mendapat fasilitas layanan dinas sosial) selama hampir satu tahun menginap di sebuah mushola warga jalan Fatmawati Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Semarang. Diketahui, YT sering berpindah tempat mangkal. Namun tempat yang paling sering digunakannya untuk mangkal adalah di daerah bekas gedung bioskop Palapa yang ada di Kecamatan Gayamsari Semarang.

Tommy menuturkan bahwa dinas sosial bergerak cepat dalam menindaklanjuti laporan warga. Dijelaskan bahwa YT merupakan seorang sarjana ekonomi lulusan dari salah satu universitas swasta yang ada di Semarang, “yang saya heran itu latar belakang pendidikannya S1 ekonomi” Tuturnya, “Setelah ada laporan dari warga tentang adanya seorang perempuan dengan cara berpakaian yang minim tidur di musholla tersebut tiap malam” Lanjut ia, dijelaskan bahwa TPD telah melakukan pencarian terhadap YT berikut latar belakang dan keluarganya. Dari hasil penelusuran TPD diketahui bahwa YT memiliki 5 orang anak dari suami yang berbeda.

Dalam penjelasannya, dari kelima anaknya, dua orang diasuh oleh mantan suami pertama, dan tiga anak diadopsi oleh orang lain. Ironisnya, dari masing-masing anak yang diadopsi diakui oleh YT bahwa ia mendapatkan 5 juta rupiah. Dari penelusuran yang ada diketahui pula bahwa YT masih memiliki orang tua yang tinggal di Bukit Anggrek Sendang Mulyo Kecamatan Tembalang.

Kasi TSPO Anggie Ardhitia menambahkan bahwa YT tidak bisa pulang ke rumah orangtuanya dikarenakan dilarang oleh adiknya. Diungkapkan hasil penelusuran TPD pada keluarga YT dalam beberapa hari terakhir ini menyatakan bahwa pihak keluarga YT telah menyerahkan permasalahan tersebut kepada dinas sosial kota Semarang, “Keluarganya sudah pasrah, bapaknya menyerahkan persoalan ini kepada dinas sosial” Ungkap Anggie. Saat diwawancarai Anggie juga mengatakan pihaknya (dinsos-red) juga sudah memberikan nasehat sehingga YT telah menyatakan untuk bertaubat dan bersedia untuk mengikuti program rehabilitasi sosial yang diselenggarakan oleh panti asuhan kerjasama dinas sosial.

“Kemarin, saat tim mengantarkan Kelayan kami di panti asuhan kerjasama yang ada di Genuk langsung mengitari lokasi yang digunakan sebagai tempat mangkalnya dia.” Ungkap dia, “setelah ketemu langsung dibawa ke sini (dinsos-red)” sambungnya, Dia menambahkan “selama beberapa jam dia mendapatkan nasehat dan pencerahan dari kami (Dinsos bersama TPD), Alhamdulillah akhirnya bersedia untuk direhabilitasi. Akan tetapi dari pengamatan tim sepertinya YT mengalami gangguan kejiwaan sehingga perlu untuk dimonitor.” Dikatakan bahwa kelengkapan administrasi pihak dinas sosial akan segera menyelesaikan dengan pihak keluarga. Temuan kasus ini menjadi tambaham kajian dinas sosial dalam proses pembubaran lokalisasi di Semarang. (Hrif/yn)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi