BLORA, INFODESANEWS – TK Pertiwi 1 Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, sebuah taman kanak-kanak yang dikelola Yayasan Desa, kini merasakan manfaat besar dari program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan. Bantuan senilai Rp283 juta lebih tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruang kelas dan membangun toilet baru yang selama ini sangat dibutuhkan.
Kepala TK Pertiwi 1 Tempurejo, Musriani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah lama ditunggu. "Kami berterima kasih sekali kepada Kemendikbud yang bersedia memberikan bantuan revitalisasi untuk TK kami. Bantuan ini sangat kami tunggu-tunggu karena TK kami sangat membutuhkan renovasi, mulai dari bangunan hingga toilet," ujarnya.
Sebelum revitalisasi, kondisi TK ini jauh dari memadai. Kamar mandi siswa terpaksa menumpang di Balai Desa, tepat di belakang kantor desa. "Kamar mandinya kecil, dekat sawah, dan agak kumuh. Sekarang Alhamdulillah dapat kamar mandi baru yang tidak kami sangka-sangka, lengkap dengan biliknya," tambahnya.
Bangunan lama yang temboknya sudah rusak juga diperbaiki secara menyeluruh. Dinding lama dibersihkan, dilapisi CCI, lalu ditembok kembali. Selain itu, plafon, penerangan, jendela, dan ventilasi turut ditambah sehingga ruang belajar menjadi lebih nyaman bagi siswa.
Saat ini TK Pertiwi 17 Amin memiliki sekitar 20 siswa. Lokasinya berada di area luar kota, berdekatan dengan beberapa TK lain seperti Ngawian, ABA 7, Perumnas, ABA 8, serta TKTK. Siswa datang dari berbagai daerah, termasuk Keblora dan Kebet. Dengan fasilitas yang lebih baik, pihak yayasan berharap minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini semakin meningkat.
Sementara itu, Pelaksa pekerjaan revitalisasi, Ipin mengatakan ini dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja dari desa setempat. Lingkup pekerjaan meliputi rehab ruang kelas, pembangunan toilet baru, serta penataan lingkungan berupa paving dan pagar. Pekerjaan kini tinggal menunggu tahap penyelesaian akhir.
Meski demikian, masih ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Pihak sekolah menyampaikan bahwa alat bermain untuk anak-anak belum tersedia. "Kami sempat blank, bingung mau menyampaikan apa. Anak-anak kan butuh bermain, jadi alat bermain itu harap lebih diutamakan," ujar Ibu Musriani.
Selain alat bermain, TK ini juga membutuhkan tambahan ruang kelas baru (RKB) dan ruang guru. Saat ini hanya tersedia dua kelas, sehingga ruang guru belum ada.
Pesan dan harapan pun disampaikan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan. "Lebih diperhatikan lagi TK-TK yang mungkin berada di pelosok. Dari segi bangunan dan alat bermainnya," pungkasnya.
Semoga setelah revitalisasi ini, sekolah tambah bagus dan minat siswa untuk belajar di sini semakin tertarik.
Pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja setempat. Pihak yayasan berharap perhatian pemerintah terus berlanjut, terutama untuk alat bermain dan ruang guru.**Red