SOLO – INFODESANEWS. COM | Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk mendukung pembelajaran interaktif di lingkungan sekolah Muhammadiyah yang diadakan oleh Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Sukoharjo. Acara bertajuk "AI dan Guru Berkemajuan: Dari Teknologi Menjadi Inspirasi Pembelajaran" tersebut berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (15/10/2026). Kegiatan diikuti oleh 224 peserta yang terdiri dari para kepala sekolah, kepala madrasah, serta guru Muhammadiyah se-Kabupaten Sukoharjo.
Heru Nugroho, M. Pd., selaku Ketua FGM Kabupaten Sukoharjo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme para pendidik yang hadir. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membekali para guru dengan wawasan serta keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bijak guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini terus kita adakan agar guru-guru Muhammadiyah di Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan kualitas yang signifikan. Kita harus merespons perkembangan teknologi ini dengan cepat agar sekolah-sekolah Muhammadiyah siap bersaing," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M. Ag., menyambut hangat seluruh peserta dan mengapresiasi kolaborasi FGM dengan UMS. Ia menekankan pentingnya silaturahim serta tholabul 'ilmi untuk terus memperkuat jejaring dan mutu pendidikan persyarikatan.
"Isu AI saat ini menjadi pembahasan di seluruh dunia, baik di tingkat akademisi maupun pimpinan lembaga pendidikan. Kita melihat AI sebagai sarana pendukung yang dapat membantu menjalankan amanah kita sebagai pendidik. Keunggulan jejaring Muhammadiyah terletak pada proses ta'awun (kerja sama), sehingga sekolah yang lebih maju dapat saling bertukar pengalaman dan mendorong kemajuan bersama," ungkapnya sebelum secara resmi membuka kegiatan seminar dan pelatihan.
Sesi pemaparan materi menghadirkan narasumber Fasilitator Nasional Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sekaligus guru SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman, Ary Gunawan, S. Pd. Dalam paparan yang interaktif, Ary mengingatkan bahwa AI hadir sebagai alat bantu, bukan untuk menggantikan peran utama guru sebagai pembentuk karakter siswa.
"AI adalah alat yang memperkuat peran guru sebagai perancang pengalaman belajar dan pembentuk karakter. Hal terpenting bagi kita adalah mengubah diri dari sekadar AI user menjadi AI creator, yaitu dengan melatih kemampuan merumuskan perintah yang tepat, kritis, serta memverifikasi data secara bijak," jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktis penulisan prompt serta eksplorasi pemanfaatan berbagai platform AI untuk penyusunan modul ajar, asesmen interaktif, dan media pembelajaran digital. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi antar-peserta. (*/redslo)