LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Suasana rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan memanas, setelah Kepala Dinas PUPR menunjuk-nunjuk anggota DPRD dalam sesi tanya jawab, Senin (26/5/2025)
Ketegangan memuncak ketika salah satu anggota DPRD merespons dengan memukul meja sebagai bentuk protes keras.
Ketegangan bermula saat beberapa anggota Komisi III mempertanyakan hilangnya sejumlah proyek pembangunan di daerah akibat efisiensi anggaran.
Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Hasbi Aska membela kebijakan dinasnya dengan nada tinggi dan menunjuk ke arah beberapa anggota dewan yang mengkritik.
“Jangan hanya bisa menuntut, bapak-bapak juga harus tahu kondisi anggaran daerah seperti apa! Kalau ada anggarannya jembatan sirotol mustakim saya bangun juga.” Kata Kadis PU-PR Lampung Selatan, Hasbi sambil menunjuk-nunjuk ke arah kursi anggota DPRD.
Aksi itu sontak memicu reaksi keras dari anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Golkar Derri Kesuma yang langsung memukul meja dengan keras.
“Saya minta saudara kepala dinas jaga sikap! Ini forum resmi, bukan tempat untuk main tuding!” tegasnya dengan suara lantang, membuat suasana ruang rapat mendadak hening.
Pimpinan rapat segera mengambil alih dan meminta semua pihak menahan diri. Ia mengingatkan agar diskusi tetap dilakukan secara proporsional dan menghormati tata tertib lembaga.
Insiden ini terjadi di tengah pembahasan penting terkait pengurangan anggaran proyek infrastruktur, yang menyebabkan sejumlah pekerjaan fisik batal dilaksanakan tahun ini. Komisi III menilai keputusan efisiensi itu berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.
Demi kelangsungan pembangunan Lampung Selatan yang lebih baik. Rapat yang sempat di skor akhirnya dilanjutkan dengan suasana tenang dan saling memaafkan atas insiden tersebut dan akan terus menjaga komunikasi yang baik kemitraan antara komisi III DPRD dan Dinas PU-PR. (Red)