Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (1 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (10 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (10 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (16 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 25 Juli 2019, 19:35 WIB 2,679 PDF

Setiap Hari Menikmati Tebalnya Debu Kemana Kami Mengadu

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Setiap Hari Menikmati Tebalnya Debu Kemana Kami Mengadu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Puluhan tahun Jalan penghubung antar Kecamatan Palas dan Kecamatan Sragi hingga kini belum tersentuh perbaikan.

Hal tersebut membuat masyarakat menilai upaya Pemkab Lampung Selatan, lambat untuk melakukan perbaikan jalan tersebut.

Padahal, jalan poros tersebut dikabarkan akan diperbaiki oleh Pemkab setempat Di tahun 2019. dengan anggaran yang dialokasikan sebesar Rp.5 miliar. Hal itu juga diperjelas saat Musrenbang Kecamatan Palas di Desa Tanjungsari beberapa waktu lalu.

Edi Sutardi, (45) warga Desa Palasjaya mengaku prihatin dengan kondisi ruas jalan poros Kecamatan, yang kondisinya sangat memperhatinkan dan hingga kini belum ada langkah perbaikan dari pemerintah.

“Tidak jarang mobil ambles dan patah as. Bahkan, ada yang alami kecelakaan. Ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi Pemkab setempat, Apalagi Kecamatan Palas dan Sragi merupakan lumbung padi,” kata dia, Kamis (25/7/2019).

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, lambat dalam penanganan perbaikan jalan tersebut.

“Katanya mau di perbaiki. tapi sudah pertengahan tahun belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Jangan sampai masyarakat melakukan aksi seperti yang pernah kita lakukan.”ujar Edi.

Sementara itu warga lainya, Fitriani, mengaku bosan setiap hari harus menikmati debu tebal yang berasal dari jalan rusak tepat depan rumahnya. Bahkan, ia kerap menimbun jalan tepat bagian yang berlubang.

“Kami setiap hari harus menikmati debu yang tebal dari jalan rusak itu. Kami butuh pemimpin yang cepat merespon keluhan masyarakat. Ini sejak pergantian Gubernur dan bupati baru, belum pernah ada perbaikan kemana kami harus mengadu. ” kata dia. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi