Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Dandim 0906/Kkr Pimpin Acara Korp Raport Kenaikan Pangkat Dan Purna Bhakti (3 jam yang lalu) • Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (19 jam yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (20 jam yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (1 hari yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (1 hari yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (1 hari yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 hari yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (1 hari yang lalu)
INFODESA 12 Agustus 2021, 18:14 WIB 2,339 PDF

Secara Virtual Duta Swasembada Gizi Lamsel Ikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Secara Virtual Duta Swasembada Gizi Lamsel Ikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni Nanang Ermanto mengikuti Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting untuk aksi 4 hingga aksi 8 secara virtual.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Technical Assitance Pool (TAP) Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Penanggulangan Stunting (LGCB-ASR) Regional 2 diikuti Winarni dari Sekretariat Stunting Kabupaten Lampung Selatan, pada Kamis (12/8/2021).

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan Yani Thamrin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Joniyansah serta nomor perwakilan OPD terkait lainnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Lampung Eka Yuslita Dewi, juga turut diikuti Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Sementara, pelatihan itu mengadirkan tiga narasumber yang menjelaskan terkait aksi 4 hingga 8 pada pelaksanaan konvergensi penurunan stunting.

Pada kesempatan itu, Eka Yuslita Dewi mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan program penurunan stunting sebagai prioritas program. Hal tersebut telah selaras dengan program prioritas dari pemerintah pusat terkait penurunan stunting pada setiap daerah di Indonesia.

“Provinsi Lampung telah menjadikan program penurunan stunting sebagai program prioritas. Jadi tentu saja sudah termasuk dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Lampung sekaligus kabupaten/kota yang menjadi lokus penurunan stunting tahun 2021,” kata wanita yang biasa disapa Eka ini.

Lebih lanjut Eka menambahkan, Pelatihan Penyegaran Konvergensi Penurunan Stunting untuk aksi 4 hingga aksi 8 tersebut sangat baik untuk diselenggarakan. mengingat banyaknya kemajuan yang telah dilakukan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada aksi 1 hingga aksi 4.

“Alhamdulillah, saya mengapresiasi untuk kawan-kawan di kabupaten/kota di Provinsi Lampung karena sudah banyak melakukan banyak kemajuan untuk aksi 1 sampai 4,” ucapnya.

Eka berharap, kegiatan pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta pelatihan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Terutama terkait dengan implementasi aksi 4 dan aksi 5 pada jonvergensi penurunan stunting.

“Manfaatkan dengan baik kegiatan ini. Apa yang menjadi kendala dan hal-hal yang ingin kita diskusikan terkait beberapa perubahan regulasi, khususnya untuk kawan-kawan yang ada di kota, bagaimana nanti untuk mengimplementasikan empat dan limanya,” katanya.

Sementara itu, Team Leader TAP Pusat Kurniawan Zulkarna mengungkapkan, adanya stunting bukan hanya dipengaruhi oleh tingkat kemiskinan seseorang atau masyarakat. Namun kepemimpinan juga karena rendahnya kepedulian akan hal tersebut.

Selain itu kata Zulkarnain, juga dapat disebabkan karena kurangnya koordinasi, konvergensi, konsultasi antar pemangku kepentingan yang menangani permasalahan stunting di masing-masing daerah.

“Anak yang stunting bukan milik orang-orang miskin saja. Tapi banyak juga orang-orang yang punya. Ini karena kurang peduli munculah namanya stunting,” tulisnya.

Oleh karena itu, lanjut Kurniawan, perlu dilakukan pelatihan terkait konvergensi penurunan stunting. Dimana, konvergensi tersebut merupakan manajemen penurunanan stunting dari Delapan Aksi yang dilaksanakan guna mempercepat penuntasan stunting.

Aksi Konvergensi tersebut dilakukan mulai dari proses perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan dan evaluasi program atau kegiatan.

“Kita tahu lapangan, kita tahu pemetaan di masing-masing lokus. Jika kita ketahui maka kita dorong OPD untuk mensuplay program-program baik dari APBD atau dari pusat,” katanya. (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi