Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Musrenbangdes Desa Gedung Harapan Tahun 2027 Fokus Pembangunan Jalan Lingkungan (13 menit yang lalu) • Pemkab Lamsel Buka Akses Dokumentasi Kegiatan, Tinggal Scan QR Code Bisa Unduh Gratis (2 jam yang lalu) • Kementerian Kehutanan Dorong Pengelolaan Perhutanan Sosial Berkualitas di Blora (2 jam yang lalu) • Pemkab Blora Akan Undang Kementerian PU Bahas Progres Bendungan Cabean dan Karangnongko (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Di Desa Rejomulyo Tahun 2027 Fokus Pada Pembangunan Infrastruktur (2 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Anyar Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (3 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Pimpin Acara Korp Raport Kenaikan Pangkat Dan Purna Bhakti (10 jam yang lalu) • Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (1 hari yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (1 hari yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (1 hari yang lalu)
INFODESA 24 Januari 2022, 18:24 WIB 2,171 PDF

Saat Liputan Dua Jurnalis Di Usir Security

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Saat Liputan Dua Jurnalis Di Usir Security
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BANDAR LAMPUNG,INFODESANEWS — Dua wartawan di Bandar Lampung mendapat intimidasi dari tiga orang petugas Satpam di depan Kantor BPN Kota Bandar Lampung. Saat meliput 20 warga Kelompok Masyarakat, yang mempertanyakan pengurusan surat tanah lima tahun tak rampung, Senin, 24 Januari 2022 sekira pukul 12.15 siang.

Tiga petugas Satpam, satu diantaranya perempuan itu sempat rampas alat kerja camera, dan handponenya Wartawan SKH Lampung Post dan Lampung TV

Intimidasi itu berawal ada informasi 20 warga mewakili kelompok masyarakat Kota Bandar Lampung yang mendatangi kantor BPN Kota Bandar Lampung, untuk mempertanyakan sertifikat yang di daftarkan sejak tahun 2017 sampai saat ini belum terbit.

Sejak pagi mereka menunggu di kantin BPN Kota Bandar Lampung. Sekitar pukul 12.06, perwakilan warga itu kemudian baru diterima pimpinan BPN, dan dipersilahkan masuk. Dua wartawan yang juga ikut menunghu sejak pagi itu kemudian mengambil gambar dari halaman kantor saat warga terlihat memasuki kantor BPN.

Dan bersamaan itu, tiga orang petugas Satpam satu diantaranya Satpam perempuan menghampiri dan langsung ingin merampas hanphone dan handycam, dengan alasan dilarang melakukan liputan, dengan alasan hak privasi.

Satu orang satpam wanita bernama Mira itu langsung merampas hingga handycam milik wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto eror.

Begitupun satpam pria atas nama Haris Rusdi ingin merampas hanphone milik wartawan Lampung Post salda Andala dan memaksanya untuk menghapus hasil gambar. “Kita punya privasi pak, gak boleh asal-asal,” katanya kata satpam wanita tersebut.

Kemudian, Wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto mengatakan mereka datang untuk melakukan liputan yang menyangkut kepentingan publik. “Kami kesini ingin meliput untuk kepentingan publik, puluhan Pokmas yang mendatangi kantor BPN. Kami liputan untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi, gak bisa mbak larang-larang,” kata Dedi menjawab.

Namun ketiga Satpam itu bersi kukuh, dengan tangan menutupi camera wartawan, dan memegang IDcard wartawan mengusir dua wartawan. Kemudian satpam pria atas nama Haris Wahyudi mengusir wartawan dan memerintahkan untuk menghapus gambar dan vidio yang di ambil sebelumnya. “Pergi kalian, hapus -hapus itu, silahkan pergi,” Ucap Haris Wahyudi dengan nada tinggi sambil mengusir dengan mendorong dorong kedua wartawan itu. (Red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi