Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (11 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 04 Februari 2020, 04:46 WIB 676 PDF

Renyahnya Themplek Makanan Khas Banyumas Bikin Nagih

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Renyahnya Themplek Makanan Khas Banyumas Bikin Nagih
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BANYUMAS, INFODESANEWS – Menyebut kuliner khas Banyumas, yang terbayang di benak masyarakat pastilah tempe mendoan. Namun, di kota berjuluk Kotae Satria ini, masih banyak makanan yang tidak bakal dijumpai di manapun. Salah satunya templek.

Apa itu templek? Penganan ini terbuat dari sisa pengolahan tahu yang kemudian dibulatkan kecil seukuran bola bekel. Sebagai tambahan rasa, dicampur dengan bawang putih, kencur, dan cabai yang telah dihaluskan.

Adonan yang telah terbalur bumbu dan membulat kemudian dicelupkan dalam tepung, lalu digoreng.

Ketika digigit dalam keadaan panas, ada sensasi renyah namun lembut di dalam dan cita rasa rempah yang langsung meruah. Jika kurang pedas, bisa dikunyah menggunakan cabai atau dicocol sambal kecap.

“Selain bumbu itu, dicampur sama garam, gula jawa juga. Buatnya itu diemplek-emplek (dibulatkan) lalu digoreng, makanya namanya templek. Ada juga yang menyebut ini dengan nama ranjem,” ujar Mastuti, penjual templek di Pusat Kuliner Prathista Hasta, Kota Purwokerto.

Selain templek, ada berbagai olahan makanan yang menggunakan kedelai sebagai bahan utamanya. Hal ini karena, Kabupaten Banyumas memang dikenal sebagai salah satu produsen tempe dan tahu di Jawa Tengah.

Wilayah Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok satu di antaranya. Di kampung ini, pada tahun 1990-an terdapat ratusan unit usaha tahu skala rumahan. Tak ayal, bahan baku pembuatan templek pun berlimpah.

“Belinya (ampas tahu) dari pasar, murah kok, cuma sekitar seribu rupiah, dapat satu kresek,” tambah Mastuti.

Ditanya soal harga, pedagang 49 tahun itu mengatakan, templek dijual dengan harga Rp500 per butir. Saat liburan, makanan ini biasanya laku diborong oleh wisatawan atau pengunjung dari luar kota.

Monica, salah satu pengunjung mengakui, kebanyakan orang lebih mengenal mendoan ketimbang templek sebagai makanan Banyumas. Padahal, rasanya khas dan gurih, tak kalah dengan mendoan, dan membuat si pemakannya selalu ketagihan.

“Gurihnya itu yang bikin pengin nambah terus,” ungkapnya.

Anda penasaran ingin mencoba templek? Beli saja di penjual gorengan yang ada di Kota Purwokerto. Jika tidak, dapatkan di Pusat Kuliner Prathista Harsa, Jalan Jendral Sudirman yang berada 200 meter dari alun-alun.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi