Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (16 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (41 menit yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (2 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (2 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (3 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (10 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (10 jam yang lalu) • Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (18 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (20 jam yang lalu)
INFODESA 20 Maret 2018, 16:19 WIB 1,122 PDF

Reaktualisasi Nilai Pancasila Bagi Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jatidiri Bangsa

Redaksi Infodesanews
Oleh: Redaksi • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Reaktualisasi Nilai Pancasila Bagi Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jatidiri Bangsa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) bersama Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Semarang melaksanakan kegiatan dialog interaktif dengan topik Reaktualisasi Nilai Pancasila Bagi Pemuda Sebagai Pilar Penyangga Jatidiri Bangsa di Gedung Grahasari Balai Kelurahan Gayamsari Jalan Slamet Riyadi No 4 Kelurahan Gayamsari Kecamatan Gayamsari Semarang, Selasa (20/03/2018).

Mewakili, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabid Kepemudaan Drs R Budi Santoso menyatakan bahwa pemahaman pemuda terhadap pancasila dewasa ini dirasa masih kurang. Hal ini terjadi di mana kondisi di masa lalu terdapat penataran P4 pada tiap jenjang pendidikan. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa lahirnya sumpah pemuda merupakan sebuah kesepakatan yang memunculkan nama Indonesia meskipun pada saat itu Indonesia belum lahir (merdeka-red). Ia berharap para pemuda bisa mendalami dan memaknai kepemimpinan yang sesuai dengan nilai budaya dan moralitas pancasila, “Harapan kami dengan adanya dialog semacam ini kita bisa saling terlibat dalam wawasan untuk membangun negara. Khususnya membangun kota semarang yang hebat. Memahami dan memaknai kepemimpinan yang sesuai dengan norma-norma yang ada. Baik norma budaya maupun pancasila” terangnya.

Sementara, Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Choirul Awaludin SSosI memberikan apresiasi dan menyatakan optimisme-nya saat pemerintah berkenan menggandeng pemuda untuk berdialog tentang Pancasila. Dikatakan pancasila sebagai jatidiri, pijakan bangsa ini. Adanya ideologi tanding yang berupaya menggulingkan pancasila perlu disikapi dengan bijaksana, “Kita yang hari ini hadir di sini harus yakin terhadap Pancasila” kata Awaludin, “jadi seusai acara ini kita tidak hanya menjadikan sebagai sebuah pemahaman. Namun lebih dari itu menjadi landasan berpijak dalam kehidupan berkebangsaan” lanjutnya. Ia juga menegaskan bahwa peran pemuda di masa mendatang akan tampak nyata, “hari ini kita dihadapkan dengan adanya osi bonus demografi. Itu artinya pemuda hari ini adalah pemimpin di masa mendatang” tandasnya

Dialog interaktif dilakukan dalam bentuk panel yang menghadirkan narasumber Ketua DPRD Kota Semarang, H Supriyadi SSos, pengusaha muda kota semarang yang juga anggota MPI KNPI Kota Semarang, Tino Indra Wardana, dan Dosen FITK (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan) UIN Walisongo M Rikza Chamami MSI kegiatan diikuti lebih dari 200 orang peserta.

Makna Pancasila dan Halau Ideologi Khilafah
Rikza mengungkapkan bahwa jatidiri bangsa ini seperti 5 jari kita, pendawa lima sebagai makna lain dari Pancasila. Dikatakan kekuatan yang utuh dari kelimanya tidak bisa dipisahkan. Demikian pula pengalaman dari pancasila tidak secara sepotong-potong dan dipilah apalagi dipilih pada sila dan butir-butir tertentu. Pemahaman dan pengamalan pancasila utuh dan menyeluruh. Ia memberikan sebuah permainan sebagai simulasi dengan makna secara simbolis pancasila bisa digunakan simbol oleh semua umat beragama sebagaimana laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Kong sebagai orang Islam bermadzhab Hanafi yang mampu mengayomi berbagai umat beragama dan membawa para penganutnya mengarungi samudra. Begitu pula Sunan Pandanaran sebagai pendiri kota semarang di masanya mengayomi semua pemeluk agama. Pria yang juga aktifis Ansor Jateng tersebut menegaskan bahwa pluralisme yang ada adalah sebuah kekuatan yang harus disatukan. Ia mengajak pada para peserta untuk meneguhkan pancasila dan siap menghalau organisasi lain yang bermaksud mengganti dengan ideologi khilafah atau negara islam.

Supriyadi, menegaskan apa yang telah dinyatakan oleh para pendiri bangsa tentang keputusan mendirikan negara ini sebagai negara yang bhineka tunggal ika. Ia mengingatkan agar para pemuda mewaspadai kota semarang dari adanya bahaya laten berbentuk ideologi khilafah, “mereka yang mengusung ideologi khilafah ini sudah tidak relevan. Ini harus kita lawan” tegasnya. Ketua DPRD Kota Semarang tersebut juga mengingatkan bahwa pancasila adalah sebuah pemersatu. Ia berharap seluruh warga terutama para generasi muda turut membantu pemerintah kota semarang dalam menunjang pembangunan yang ada. Dikatakan, peran aktif pemuda dalam pembangunan sangat dibutuhkan oleh pemerintah sesuai dengan kapasitas dan fasilitas yang telah diberikan pemerintah. Selain itu, dia juga mengungkapkan keberhasilan pemerintah kota semarang dalam penyelenggaran fasilitas yang bisa dinikmati oleh semua lapisan dan golongan masyarakat. Ia mencontohkan di antaranya program UHC-BPJS l. Yakni sebuah layanan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah kota semarang bagi warga kota semarang tanpa memandang profesi maupun kemapanan. Melengkapi paparan yang sudah ada, Tino megingatkan pentingnya membangun perekonomian bangsa. Ia mencontohkan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) yang perlu disikapi agar bangsa Indonesia perlu menjaga stabilitas perekonomian dan keamanan bangsa

Kontributor : M. Rifqi

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews
Jurnalis Terverifikasi Redaksi Pelaksana & Admin

Redaksi Infodesanews

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi