Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Sorotan Material Drainase P. Singkep 7, Konsultan: Jangan Nilai Hanya dari Tampilan (9 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Purwotani Menggelar Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (2 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Desa Sidoharjo, Mencapai Pajak Tertinggi Di Triwulan III (3 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Karang Rejo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (7 jam yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (8 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (9 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (9 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (11 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (15 jam yang lalu)
INFODESA 07 November 2019, 19:22 WIB 2,078 PDF

Ratusan Warga Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Ke PT Woongsol

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ratusan Warga Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa Ke PT Woongsol
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Ratusan warga Dusun Katibung, Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, akan menggelar aksi unjuk rasa ke PT Wongsol.

Hal tersebut dilakukan akibat dampak limbah industri dari perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan sabut kelapa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Infodesanews.com, Limbah berupa debu yang diakibatkan dari industeri perusahaan milik warga Negara Korea Selatan, yang bergerak pengelolaan sabut kelapa itu sangat mengganggu kesehatan dan pernapasan warga sekitar hingga kepermukin.

Dalam kesehariannya agar tidak terserang limbah industri sabut kelapa, masyarakat setempat harus menggunakan masker, penutup kepala dan kaca mata.
“Kalau rumah harus ditutup semua lubang angin itupun debu tetap bisa masuk melalui celah-celah.” kata Buyung (49) salah seorang tokoh masyarakat setempat pada Infodesanews.com. Kamis (7/11/2019)

Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan masyarakat dengan tuntutan agar perusahan cocofeed itu berhenti beroperasi dahulu, hingga persoalan debu sabut kelapa yang sangat mengganggu warga sekitar selesai.
“Rencananya kami akan menggelar aksi Senin.” ujar dia.

Kepala Dusun (Kadus) setempat Mumu mengatakan bahwa Dusun Katibung tidak hanya permukiman warga, akan tetapi terdapat juga pondok pesantren dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kami khawatir akan berdampak buruk terhadap anak anak sekolah disini,” kata Mumu.

Sementara itu Kepala Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Asikin menjelaskan, sebelumnya sudah menyampaikan keluhan warga ke perusahaan tersebut.

“Namun, pihak perusahaan tidak pernah menanggapi serius apa yang di keluhkan warga sekitar selama ini.
“Tidak pernah ada solusinya, perusahaan juga tidak pernah berikan CSR,” kata dia.

Saat di konfirmasi ke perusahaan pengelola sabut kelapa, petugas Satuan Pengaman (Satpam) mengatakan seluruh pimpinan PT Wongsol tidak ada ditempat.
“Saat ini seluruh pimpinan sedang tidak ada tempat,” ujar salah seorang Satpam yang enggan disebutkan namanya itu. (Sg)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi