Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (1 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (10 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (10 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (16 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Agustus 2019, 20:32 WIB 691 PDF

Puluhan Hektare Tanaman Padi Di Candipuro Terancam Gagal Panen

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Puluhan Hektare Tanaman Padi Di Candipuro Terancam Gagal Panen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS –Puluhan hektare tanaman padi di wilayah Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, terancam gagal panen. akibat kemaru yang berkepanjangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Infodesanews.com. para petani di Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, mulai hawatir dengan kondisi tanaman padinya yang mulai mengering. akibat sejak satu bulan terakhir tak kunjung turun hujan.

Menurut salah seorang petani, bahwa sebelumnya juga telah bercibaku dengan segala upaya mengusir hama Tikus dan Lembing yang menyerang tanaman padi, hingga nyaris ludes.

“Baru saja kami mengusir hama-hama tersebut Kini kamipun dihantui dengan kegagalan panen akibat kurangnya pasokan Air,”ujar Junet (45) warga Desa setempat.

Dijelaskannya, jika dalam satu atau dua Minggu kedepan tak kunjung turun hujan dipastikan panen akan gagal,

“Karena saat ini sudah banyak lahan sawah yang kekeringan dan mulai retak-retak akibat teriknya panas dan kurangnya pasokan Air. sehingga membuat tanaman padi di pastikan mati.
“Meski kita telah membuat sumur bor dalam satu Hektare satu unit sumur untuk mengairi, namun masih kurang mampu,”Kata dia pada Infodesanews.com. Rabu (14/8/2019)

Sementara itu petani lainya, mengatakan untuk di Desa kami saja yang saya tau, kurang lebih 50 Hektare lahan sawah yang di tanami padi dan kekurangan pasokan Air.
“Belum lagi yang ada di Desa lainya di Kecamatan Candipuro, yang mengalami kekurangan pasokan air.

“Dari 50 Hektare lahan sawah yang ada di Desa kami, rata-rata memiliki sumur bor, “Namun itu semua tidak mampu untuk mengairi lahan dan tanaman padi yang ada.”ujar Narto. (Sg/Bmb)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi