Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (4 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 13 Maret 2018, 19:47 WIB 2,208 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

PSC Sigap Banyumas, Terobosan Baru Layanan Kegawatdaruratan

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PSC Sigap Banyumas, Terobosan Baru Layanan Kegawatdaruratan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Purwokerto, Infodesanews.com – Dalam kehidupan sehari-hari, saat menjumpai seseorang korban atau pasien dengan keadaan gawat darurat medis, karena pernapasan, sikrkulasi darah, kesadaran terganggu, pendarahan hebat, luka bakar atau patah tulang sering kita hanya terpaku dan dan menonton saja. Sedikit diantara kita yang bisa menangani kejadian tersebut dengan memberi pertolongan secara medis. Saatnya anda bertindak dengan mengghubungi Pusat Safety Center PSC 119 Satria.

Mengantisipasi kasus kegawatdaruratan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melakukan terobosan baru, dalam memberi layanan masyarakat khususnya kasus kegawatdaruratan, yaitu melalui layanan 119 yaitu layanan cepat kegawatdaruratan kesehatan. Dinas kesehatan Kabupaten Banyumas menyediakan layanan Aplikasi Emergensi, khususnya emergensi medik dengan menggunakan Aplikasi PSC 119 Satria dan bebas biaya.

Koordinator PSC Imam Ashari mengatakan PSC Sigap Banyumas mempunyai fungsi sebagai pusat koordinasi layanan kegawatdaruratan di wilayah Kabupaten Banyumas. Apabila ada kasus kegawatdaruratan di Walayah Banyumas, masyarakat bisa melapor ke PSC, baik secara langsung ke di PusatSafety Center di Disnas KesehatanKabupaten Banyumas, Jl RA Wiriaatmaja No 4 Purwokerto, melalui Telepon 119 maupun aplikasi PSC 119 Satria

“Layanan kegawatdaruratan medis melalui Aplikasi PSC Sigap Banyumas dapat di download melalui play store dan dapat diakses secara luas dan gratis oleh masyarakat melalui telepon seluler,” katanya

PSC berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat (puskesamas/rumah sakit) dengan lokasi kejadian untuk mobilisasi ataupun merujuk pasien guna mendapatka  penanganan gawat darurat (tergantung kondisi pasien). Tindakan awal melalui algoritma gawat darurat, mengirim bantuan petugas dan ambulan, serta mengirim pasien ke fasilitas layanan kesehatan terdekat

“PSC dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan unit teknis lainnya di luar bidang kesehatan seperti kepolisian, pemadam kebakaran, relawan tergantung kekhususan dan kebutuhan,” lanjutnya

Sementara itu Perawat Piket Latief Thoha dan Staf IT Wahyu saat ditemui di markas mengatakan layanan didalam Aplikasi PSC dapat melihat fasilitas kesehatan dan informasi ambulan. Mereka mengatakan walupun PSC 119 hampir ada di beberapa Kabupaten, tetapi di Banyumas sudah terintegrasi dengan Puskesmas.

“Walaupun aplikasi ini belum sempurna, pihaknya terus berbenah untuk memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat Banyumas di bidang kegawatdaruratan.” Kata Wahyu

Plt Bupati Banyumas saat meninjau Markas PSC mengatakan Peluncuran Apalikasi PSC 119 bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dalam rangka mewujudkan masyarakat Banyumas yang sehat. salah satu caranya adalah melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

“Walaupun kita menyediakan fasilitas ini, kita berharap ini dibutuhkan hanya saat ada kegawatdaruratan, artinya masyarakat tidak boleh coba-coba mumpung ada fasilitas, sehingga melaporkan sesuatu yang diluar kegawat daruratan,” kata dr Budhi Setiawan.

Budi menjelaskan PSC 119 telah berhasil menurunkan angka kematian ibu baru melahirkan dari 22 kasus ditahun 2016 turun menjadi 17 kasus ditahun 2017. Sebelum digunakan secara luas, jaringan itu baru dimanfaatkan oleh tenaga medis di Dinas Kesehatan melalui Sijari Emas (Sistem Informasi dan Komunikasi Rujukan Ibu dan Bayi Baru Lahir).

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi