Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (1 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (1 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (7 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
NASIONAL 05 April 2020, 21:22 WIB 2,600 PDF

Prof. Reviono (Pakar Paru UNS) ; “Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Sangat Berbahaya !”

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Prof. Reviono (Pakar Paru UNS) ; “Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Sangat Berbahaya !”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SURAKARTA, INFODESANEWS – Pakar Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Reviono mengatakan, penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan bahan yang terkandung dalam disinfektan merupakan partikel berbahaya. Jika disinfektan tersebut langsung terhirup maka bisa membuat peradangan pada saluran nafas serta jika terkena mata akan terjadi iritasi.

“Kalau tiap hari disemprot ke tubuh kan otomatis ada akumulasi partikel berbahaya, entah itu deterjen maupun alkohol akan terhirup dan masuk ke saluran pernafasan. Maka secara akumulasi akan terjadi kerusakan yang paling ringan yaitu bronkitis akut. Selain itu, bisa juga terjadi peradangan Pneumonitis, jadi di alveoli ikut meradang atau terjadi kerusakan,” terang Prof Reviono yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Sabtu (4/4).

Prof Reviono menyarankan, jika memang bepergian dari tempat yang disinyalir sumber infeksi seperti habis menjenguk orang sakit atau dari rumah sakit, ketika sampai rumah langsung membersihkan diri, termasuk ganti pakaian. Namun jika bepergian biasa, misalnya ke rumah teman atau saudara yang sehat, disarankan cuci tangan dengan sabun sudah efektif untuk membunuh kuman, bakteri dan virus di tangan.

“Dan tentunya tetap mengunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan terlebih dahulu,” pintanya.

Sedangkan kalau penyemprotan disinfektan di jalan, menurut Prof Reviono, hanya efisien dilakukan di suatu daerah yang banyak dijumpai Orang Dengan Pengawasan (ODP) Covid-19.

“Menurut saya lebih efektif dengan mengelap ke permukaan benda yang sering disentuh. Seperti daun pintu, pegangan tangga, pegangan lift, pegangan kursi karena penularan lewat benda-benda tersebut relatif tinggi,” katanya.

Prof Reviono mengimbau masyarakat senantiasa menjaga kesehatan. “Kalau orang itu sehat, pertahanan tubuh bisa melawan virus maka virus mati dengan sendirinya. Selama virus itu menular maka virus akan hidup terus karena berpindah dari orang satu ke orang lain. Maka perlunya jaga jarak serta hindari kerumunan yaitu untuk memutus penyebaran Covid-19. Minimal jarak satu meter supaya kalau ada virus tidak melompat, kalau sedang batuk pakai masker, hindari salaman dan laksanakan anjuran pemerintah lainnya,” pungkasnya. (her/*)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi