Kamis, 1 Oktober 2026
TERKINI
• 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (1 jam yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (2 jam yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (2 jam yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (5 jam yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (13 jam yang lalu) • Lampung Selatan, Duduki Pringkat 3 Nasional Dalam PPD 2026 (16 jam yang lalu) • Secara Aklamasi Mas Bro Jadi Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan (23 jam yang lalu) • Dr Darlian Pone Lantik Citra Dianto Sebagai Ketua PK Partai Golkar Umpu Semenguk (23 jam yang lalu) • Pemkab Blora Usulkan Rp8,5 Miliar untuk Pilkades Serentak 242 Desa pada 2027 (1 hari yang lalu) • Dukung Perencanaan Pembangunan Desa, Babinsa Hadiri Musrenbangdes (1 hari yang lalu)
NASIONAL 20 April 2022, 14:22 WIB 2,246 PDF

Perbaikan Jembatan Juwana, Ini Kata Bupati Pati

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Perbaikan Jembatan Juwana, Ini Kata Bupati Pati
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

PATI – Antisipasi kemacetan perlu dilakukan sedini mungkin. “Sebab Jembatan Juwana yang berada di Jalur Pantura merupakan jalur ekonomi utama.

Terlebih, proyek pembangunan jembatan ini bersamaan dengan pembangunan ruas jalan nasional antara Juwana sampai Batangan sepanjang kurang-lebih 1,3 kilometer.

“Kamis nanti diadakan simulasi, rekayasa (lalu-lintas) agar kita tahu titik kemacetan yang paling crowded itu dimana. Karena jembatan Juwana ini adalah jalur ekonomi, jalur pantura. Kemudian ada alternatif di sebelah selatan namun belum memadai karena tidak bisa dipakai dua lajur, kecuali mobil kecil baru bisa,” kata Bupati Pati Saat diwawancarai Awak Media,Selasa (19/4/22).

Sementara itu, Haryanto Menambahkan bahwa hasil kajian dari simulasi itu nantinya akan jadi pedoman untuk penerapan rekayasa lalu lintas selama dilakukannya perbaikan jembatan dalam kurun waktu delapan bulan.

“Ini juga untuk meminimalisir (risiko) rusaknya jalur alternatif. Karena nanti pasti ada jalur alternatif. Tadi sudah disampaikan, antara Jaken-Jakenan sampai Glonggong kan jalur alternatif. Namun itu hanya untuk mobil pribadi dan sepeda motor,”ungkap Haryanto.

Untuk upaya antisipasi ini bisa efektif mencegah kemacetan.”Yang jelas, waktu pembangunan sampai 8 bulan, karena jembatan itu dibongkar total, kemudian dibangun baru.

Harus ada simulasi dulu sebelum jembatan dibongkar, kita buat rekayasa (lalu lintas) sehingga kita tahu titik kemacetan.” Jangan sampai sudah dibongkar, macet total, jadi problem, baru ada penanganan dan  kita antisipasi jangan sampai terjadi kemacetan,” imbuhnya.

Maka dengan hal ini, Fatoni selaku Koordinator Penggantian Jembatan CH Jateng berkata bahwa Jembatan CH di Pulau Jawa juga termasuk Jembatan Juwana, perlu diganti karena rata-rata usianya sudah 50 tahun.

“Secara konstruksi kekuatan sudah berkurang, sehingga dari Kementerian PUPR ada kebijakan penggantian dan takutnya nanti ujug-ujug (tiba-tiba) terjadi fail, kerusakan, ambruk seperti kemarin terjadi di Pekalongan,” jelas Fatoni .(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi