Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (12 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (19 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 16 Februari 2018, 15:48 WIB 2,506 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Perayaan Imlek, Satukan Cinta, Rasa, Karsa dan Karya

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Perayaan Imlek, Satukan Cinta, Rasa, Karsa dan Karya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Alunan gamelan mengiringi gerak lincah para penari reog yang tampil di pelataran Kelenteng Sampookong, Jumat (16/2). Aksi akrobatik mereka memukau ribuan pengunjung yang hadir pada perayaan Tahun Baru Imlek 2569 itu.

Selain reog, Tari Denok Kenang khas Kota Semarang juga memeriahkan acara tersebut. Tak ketinggalan, tari seribu tangan dan kesenian barongsai pun ditampilkan untuk menghibur para pengunjung. Mereka berdecak kagum menyaksikan kolaborasi seni yang apik.

Ketua Yayasan Sampookong Mulyadi Setiakusuma menuturkan, pesta budaya itu rutin diselenggarakan setiap perayaan Tahun Baru Imlek agar seluruh elemen masyarakat dapat menikmati kolaborasi kesenian Jawa-Cina, dan berbagia bersama pada hari istimewa tersebut.

“Pesta budaya ini artinya pesta dari kita semua, untuk kita semua. Ada barongsai, tari seribu tangan, reog, dan gamelan. Semua kita satukan karena ini adalah pesta rakyat, pesta kebersamaan. Kita tidak melihat warna atau agama. Kita bisa menikmati bersama,” tuturnya.

Senada dengan Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP menjelaskan, kolaborasi kesenian Jawa-Cina merupakan salah satu upaya untuk merawat kebhinnekaan Indonesia. Pasalnya, keberagaman negeri ini merupakan harta yang sangat bernilai yang harus terus dipertahankan.

“Marilah Imlek ini kita daya gunakan secara maksimal optimal untuk menyatukan cinta, rasa, karsa dan karya antara etnis Tionghoa dan Jawa menyatu, manunggal dan nyawiji. Tidak hanya secara seni, melainkan juga hati,” jelasnya.

Sekda berharap kolaborasi atraksi dan kesenian yang selama ini sudah berjalan bagus dapat ditingkatkan dan dikembangkan. Dengan begitu dapat memperkuat ke-Indonesiaan di antara masyarakat.

“Karena kami sadar bahwa Indonesia dibangun atas keanekaragaman dari berbagai etnis, budaya, agama dan lain-lain,” terang Sri Puryono.

Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah itu berharap, warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek senantiasa dilimpahi kebahagian dan kemakmuran.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya menyampaikan selamat merayakan Imlek, Gong Xi Fa Cai. Semoga di tahun anjing tanah 2569 kita senantiasa berada di dalam kedamaian, kebahagiaan dan kesuksesan serta keselamatan,” harapnya.

Meski di tengah suka cita, lanjut Sri Puryono, masih ada warga Jawa Tengah yang berduka karena dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem. Untuk itu, dia berharap setiap warga Jawa Tengah tetap waspada terhadap gejala bencana yang mungkin muncul di sekelilingnya dan bergotong-royong dengan ikhlas.

“Beberapa hari ini curah hujan sangat lebat hingga beberapa daerah saudara-saudara kita sudah ada yang terkena bencana banjir dan longsor. Seperti di Cilacap, Brebes, Banyumas dan lain-lain. Mudah-mudahan bencana segera berakhir dan dapat ditangani dengan tuntas. Mendukung hal tersebut, di sinilah toleransi dan gotong royong, kebersamaan dan kesederhanaan, tumbuh kembang dalam kebaikan hendaknya terus dijaga dan dikuatkan,” pungkasnya.(Humas Jateng/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi