Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (7 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (14 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (22 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (23 jam yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 17 April 2022, 19:08 WIB 946 kali dibaca ~1 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Penguna Jalan Penghubung Babadan-Kuwu Terganggu, Inilah Sebabnya

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penguna Jalan Penghubung Babadan-Kuwu Terganggu, Inilah Sebabnya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

MADIUN – Pengguna jalan di bawah terowongan jalan Tol ngawi- kertosono,tepatnya di jalan penghubung Desa Babadan-Kuwu Kecatamatan Balerejo Kabupaten Madiun sangat terganggu akibat aktivitas pemuatan hasil panen Padi ke kendaraan pengangkut, selain mengganggu juga berpontensi memenyebabkan kecelakaan. Sabtu(16/04/2022)

Terpantau beberapa Truk dan Pick-Up bongkar muat tumpukan karung padi yang mengakibatkan kendaraan yang melintas harus berhenti dan mengalah untuk menggunakan secara bergantian dengan satu jalur sehingga sangat membahayakan.

Dengan adanya aktivitas bongkar muat tersebut, salah satu pengguna jalan yang kebetulan melintas mengeluhkan dengan aktivitas tersebut.

” Ya tidak ada yang salah mas mengangkut gabah (padi.red) -nya sendiri, untuk di bawa pulang atau di jual, tapi kok di lakukan di bawah terowongan jalan Tol. Kan di samping terowongan itu sebenarnya ada lahan lumayan luas mas, kenapa kok gak disitu saja, malah di bawah terowongan jalan Tol yang dapat mengganggu pengguna jalan bahkan bisa mengakibatkan laka lantas.” jelasnya

Sementara pemilik tumpukan padi tersebut mengatakan aktivitas semacam itu sudah biasa terjadi saat waktu panen tiba

” Sudah biasa mas setiap panen ya seperti ini,” Ucapnya

Kurangnya kesadaran masyarakat menyangkut dengan kepentingan umum atau publik sehingga dapat mengganggu dan juga berpontensi menyebabkan kecelakaan.(@Gus)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi