Selasa, 29 September 2026
TERKINI
• Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (29 menit yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (47 menit yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (5 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (6 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (8 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (8 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (8 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (16 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Sinar Rejeki, Prioritaskan Pembangunan Jalan Poros Penghubung (16 jam yang lalu)
INFODESA 25 Juni 2020, 09:22 WIB 659 PDF

Pengaruh Pandemi Covid-19 Dalam Perkembangan Pasar Rakyat di Kudus

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pengaruh Pandemi Covid-19 Dalam Perkembangan Pasar Rakyat di Kudus
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

KUDUS, INFODESANEWS – Semenjak dibangunnya pasar-pasar yang pro rakyat dalam artian pas bagi pedagang dan pembeli yang sama-sama kelas menengah ke bawah, perputaran perekonomian rakyat kecil khususnya dalam menjalankan perdagangan semakin mudah dan terjangkau.

Ada beberapa pasar rakyat di Kudus diantaranya, Pasar Babe ( barang bekas ) yang terletak di jalan Kudus Purwodadi, Pasar Rakyat di dalam Pasar Baru yang berada tepat sebelah barat daya Balai Jagong komplek Gor Wergu Wetan.

Menurut Jayadi salah seorang pedagang di pasar Babe, pandemi corona atau covid-19 ini sejak bulan maret hingga juni sangat berdampak sekali bagi para pedagang, mengingat baik di pasar Babe maupun pasar rakyat sebagian besar adalah pedagang kecil mikro sehingga sangat terasa sekali dampaknya, dari mulai omset pendapatan turun hingga pengunjung yang datang sedikit karena takut tertular corona, apalagi ada himbauan dari pemerintah untuk jaga jarak, menghindari kerumunan agar tidak terjadi penyebaran covid-19.

“Selama pandemi corona mulai maret hingga juni ini omset dan pendapatan para pedagang di pasar-pasar rakyat ini menurun drastis, pengaruhnya sangat terasa sekali, apalagi sebagian besar mereka pedagang mikro kecil meski demikian saat ini mereka masih bisa bertahan dengan kemampuan dan kreativitas mereka”, tutur Jayadi saat ditemui di Pasar Babe, Rabu (24/06/2020).

Masih menurut Jayadi, “banyak pedagang di pasar babe ini mengeluh karena selama pandemi belum dapat perhatian dari pemerintah, jangankan permodalan sembako saja tidak, untuk itulah kami sendiri harus saling membantu agar roda perekonomian bisa berputar”, imbuhnya.

Dalam hal fasilitas dan keamanan baik untuk pengunjung maupun pedagang di Pasar Rakyat Kudus, Jayadi yang juga seorang Advokat di kota Kudus ini mengungkapkan, “secara umum fasilitas yang ada dari mulai parkir motor mobil, toilet, sudah cukup bagus, hanya saja untuk keamanan barang-barang dagangan khususnya setelah jam buka pasar selesai ini masih belum terjamin, sering pedagang melapor kehilangan dagangannya meski kecil nilainya namun berarti bagi mereka”, ungkap Jayadi yang meniti karir dari mulai pedagang loakan di pasar kali gelis dan aktivis buruh.

Untuk lebih meramaikan perdagangan di pasar rakyat perlu ada kebijakan dari pemerintah kabupaten, baik dengan mengadakan even-even atau kegiatan yang mengindang massa tentunya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dalam kaitan transportasi dari dan ke pasar baru juga perlu diadakan, mengingat perdagangannya sangat lengkap ada sembako, pakaian, los ikan, unggas dan jual beli sepeda ontel.

Sementara itu, dalam hal pembangunan pasar seperti disampaikan oleh Bin Subiyanto, ” Yang perlu dikoreksi soal pembangunan pasar di tempat baru adalah kelayakan sosio transaksi. Transaksi pembeli itu kan ditentukan letak pasar dalam tata kota, kalo jauh dari perumahan dan perkampungan, tentu lama proses mobilisasinya, karena pembeli tentu ingin yang dekat, lengkap dan baik komoditasnya”, terangnya saat mendampingi Infodesanews.

“Maka, saya menduga perlu waktu 2-3 tahun, Pasar Rakyat dan pasar lain yang baru. Jadi tahun 2021 pasar Baru maupun pasar Rakyat mulai padat pengunjung”, demikian disampaikan Bin Subiyanto Peneliti dari PADERI ( Pusat Analisis Demokrasi Ekonomi keRakyatan Indonesia). (MU/Rz)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi