Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (2 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (2 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (8 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
NASIONAL 29 Maret 2020, 09:36 WIB 1,489 PDF

Pemkab Blora Siapkan Klinik Untuk Karantina Pasien ODP

Admin Utama
Oleh: admin • ~4 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemkab Blora Siapkan Klinik Untuk Karantina Pasien ODP
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di daerah, Pemerintah Kabupaten Blora mulai menyiapkan klinik yang ditujukan khusus untuk karantina dan observasi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Klinik yang disiapkan adalah Klinik Bakti Padma, yang berada di Jl.Blora-Randublatung km 4 Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo. Kesiapannya mulai dilakukan sekitar dua hari lalu dan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho yang diikuti unsur Forkopimcam Banjarejo, Kepala Desa Klopoduwur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RW, Ketua RT se Desa Klopoduwur dan tokoh masyarakat setempat di ruang pertemuan RM Bamboe Sanjaya, yang tidak jauh dari Klinik Bakti Padma, Sabtu (28/3/2020).

Sebelum memasuki tempat sosialisasi, semuanya diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun, cuci tangan pakai sabun dan diberikan masker. Tempat duduknya pun diatur sedemikian rupa dengan jarak rata-rata satu meter tiap peserta. Sehingga selama mengikuti sosialisasi dari Bupati, tidak ada peserta yang berdempetan sesuai anjuran pemerintah tentang physical distancing. Peserta sosialisasi juga menerima pembagian hand sanitizer.

“Sosialisasi ini sebagai bentuk pengarahan dan memohon izin kepada masyarakat sekitar agar ikut mendukung kesiapan Klinik Bakti Padma untuk karantina pasien ODP Covid-19. Yang utama tetap rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, sedangkan klinik ini hanya untuk antisipasi atau jaga-jaga jika semuanya sudah tidak bisa menampung. Semoga saja Blora tetap aman,” ucap Bupati.

Menurut Bupati ketika sudah ODP dan mengarah pada PDP, maka wajib dikarantina. Bupati juga menegaskan bahwa penularan Covid-19 ini hanya melalui manusia antar manusia saja, tidak bisa melalui hewan atau udara. Yang membawa dan menularkan adalah orang yang usai bepergian dari daerah pandemic atau zona merah.

“Justru yang di desa seperti Klopoduwur ini aman, asal tidak ada orang yang datang dari kota pandemi. Jadi, masyarakat tidak perlu resah, klinik ini bukan untuk menampung pasien positif Corona, namun hanya untuk karantina ODP selama mengikuti observasi,” lanjut Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga menyampaikan jika klinik ini nanti dipakai maka tidak ada keluarga atau siapapun yang boleh menengok atau besuk. Yang boleh masuk hanya petugas atau tenaga medis sebagai bentuk antisipasi pencegahan virus jika pasien benar-benar positif.

“Data pasien juga akan kita buka jelas, tujuannya agar masyarakat tahu dan siapapun yang pernah kontak fisik dengan pasien bisa segera memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas, Klinik atau Rumah Sakit terdekat,” tambah Bupati.

Khusus untuk para pendatang atau pemudik dari luar kota, Bupati meminta agar Camat dan masing-masing Kepala Desa bisa melakukan pendataan untuk diperiksa petugas medis, serta diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumah terlebih dahulu dan tidak keluar rumah.

“Kenapa 14 hari? Karena masa inkubasi virus Corona ini adalah 14 hari, jika sudah 14 hari jenengan tetap aman dan tidak mengalami gejala-gejala Corona, maka bisa dinyatakan sehat,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Pemkab Blora saat ini juga sedang menyiapkan anggaran untuk penanggulangan dampak Covid-19 yang mulai dirasakan masyarakat. Tidak hanya dampak kelangkaan APD bagi tenaga medis, namun juga dampak ekonomi.

“Kita sisir APBD, proyek proyek yang dibiayai DAK dari Pusat dialihkan untuk anggaran tanggap Corona. Nilainya kurang lebih Rp 16 miliar,” pungkas Bupati.

Usai sosialisasi, Bupati juga menyempatkan datang meninjau proses persiapan yang ada di Klinik Bakti Padma. Yakni melihat pekerja yang sedang menyiapkan kamar karantina.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes ketika ditemui di Klinik Bakti Padma, Jumat (27/3/2020) kemarin, juga menyampaikan bahwa klinik ini disiapkan untuk langkah antisipasi.

“RSUD Blora dan Cepu masing-masing menyiapkan 5 ruang karantina dan isolasi. Sedangkan rumah sakit swasta hanya mampu menyediakan 2 sampai 3 unit saja. Sehingga Pemkab merasa perlu menyiapkan alternatif lain untuk antisipasi membludaknya pasien. Klinik ini bisa menampung hingga 30 pasien. Pengennya ya Blora tetap aman sehingga tidak ada yang menempati klinik ini,” terang Lilik Hernanto.

Pihaknya berpesan agar masyarakat tidak panik dan mengutamakan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Virus ini hanya bisa ditangkal dengan kondisi imunitas tubuh yang baik. Sehingga jika masyarakat panik maka imunitas tubuh semakin turun. Kami minta agar makan asupan gizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup dan selalu cuci tangan pakai sabun,” tegas Lilik Hernanto.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar membatasi aktifitas keluar rumah yang tidak begitu penting guna meminimalisir potensi penularan. Jika terpaksa keluar diminta untuk memakai masker.

(Arifin)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi