LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Pemerintah desa Fajar Baru gelar Musdesus(Musyawarah Desa Khusus) bersama Bumdes Madani (red-Fajar Baru) fokus pada bidang Pertanian dengan alokasi 20 persen anggaran Dana Desa (dd) desa Fajar Baru,yang dikelola oleh Bumdes Madani pada program Ketahanan Pangan.yang dilaksanakan pada hari Jumat (4/6/2025) di aula balai desa Fajar Baru Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.
Pada Musdesus Pemerintah desa Fajar Baru yang bertajuk Ketahanan Pangan Bersama Bumdes Madani dalam Program Ketahanan Pangan,dipimpin langsung oleh Kepala Desa Fajar Baru,Ketua BPD desa Fajar Baru,Uspika Kecamatan Jati Agung,Ketua Bumdes Madani,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,Pendamping dan Jajaran Aparatur Pemerintah desa Fajar Baru.
Musdesus desa Fajar Baru bersama Bumdes Madani dengan tujuan turut mensukseskan daripada Program Pemerintah Pusat (Presiden Republik Indonesia)dalam Ketahanan Pangan dengan penggunaan anggaran 20 persen Dana Desa yang dialokasikan pada Bumdes dalam Program Ketahanan Pangan yang pada tahun 2025 diperuntukan dibidang pertanian.
M.Agus Budiantoro.S.H.I., selaku Kepala desa saat memberikan keteranganya mengatakan,”pada hari ini dalam program Pemerintah desa Fajar Baru bersama Bumdes Madani laksanakan Musdesus dalam Program Ketahanan Pangan.
Dalam melaksanakan Musdesus di desa Fajar Baru pada hari ini adalah turut dalam melaksanakan daripada program Pemerintah Pusat (red-H.Prabowo Subianto-Presiden Republik Indonesia) yang mana untuk di desa Fajar Baru berfokus pada tiga bidang Pertanian.
Sesuai dengan aturan Pemerintah Pusat tentang Program Ketahanan Pangan dengan alokasi anggaran 20 persen dari Dana Desa (dd) dengan total nilai Rp.296.000.000.(dua ratus sembilan puluh enam juta rupiah) yang akan dikelola oleh Bumdes.
Pada Program Ketahanan Pangan yang akan dikelola oleh Bumdes,ada tiga jenis usaha Ketahanan Pangan di bidang Pertanian,yang mana dua diantara tiga jenis Program Ketahanan Pangan akan dikelola langsung oleh Bumdes sedangkan satu Program lainya Bumdes akan bekerjasama dengan atau menggandeng pihak ketiga yaitu dibidang pertanian dalam bidang jual beli gabah yang nantinya akan bekerjasama dengan pabrik atau lumbung padi yang ada di desa Fajar Baru,guna membantu para petani sekaligus pengusaha mempermudah menjual hasil panenya.
Sedangkan untuk dua jenis item Ketahanan Pangan yang akan dikelola oleh Bumdes sendiri yaitu Hidroponik serta pembibitan cabai.
Mudah mudahan didalam Musdesus pada hari ini semua Program Ketahanan Pangan di desa Fajar Baru ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah disepakati sehingga apa yang dilakukan dapat berjalan dengan baik serta tidak melanggar dengan regulasi yang telah ada.
Untuk target di dalam Program Ketahanan Pangan di desa Fajar baru dalam satu tahun dengan target modal awal sebesar 20 persen dari anggaran Dana Desa bisa kembali terlebih dahulu,sedangkan nantinya keuntungan atau PAD untuk desa,nantinya akan digelar musyawarah oleh kedua belah pihak,yaitu Bumdes serta pengusaha atau pihak ketiga.
Bagi kami,Pemerintah desa Fajar Baru dengan modal awal yang dianggarkan dalam program ketahanan pangan di desa Fajar Baru,dengan modal kembali dengan utuh saja itu salah satu bagian dari keuntungan,karena sudah menjadi pengalaman sebelumnya dengan modal tidak kembali yang mengakibatkan tidak adanya PAD untuk desa Fajar Baru.Tutup Budiantoro.(***Ronald)