Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (16 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
PENDIDIKAN 19 September 2017, 12:29 WIB 2,148 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Pembanguna RKB SDN 4 Sidoharjo Kecamatan Waypanji Di Duga Tidak Sesuai RAB

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pembanguna RKB SDN 4 Sidoharjo Kecamatan Waypanji Di Duga Tidak Sesuai RAB
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

Lampung Selatan, Infodesanews.com – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. ditemukan syarat dugaan penyimpangan di dalam pelaksanaannya.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Anggota Komisi C DPRD Lampung Selatan, Sukardi, ST, saat di konfirmasi melalui via WhatsApp, Senin (18/
9/2017).

Menurut salah satu Politisi dari Fraksi PAN itu mengatakan, pada kunjungan Komisi C ke SDN 4 Sidoharjo, adalah dalam rangka monitoring pelaksanaan pembangunan RKB di sekolah tersebut, Kamis (07/09/17). Banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan.
“Dalam pelaksanaannya, plang tidak dipasang. Pada galian pondasi juga tak sesuai dengan spek yang ada pada rencana anggaran biaya, yang seharuanya kedalaman 65 senti meter, nyatanya hanya 25 senti meter,”ungkapnya.

Tarnyata, tak sampai di situ saja, para Anggota Komisi C setempat juga menemukan adanya dugaan penyimpangan pada matrial besi yang digunakan.

berdasarkan RAB (rencana anggaran biaya, red), besi yang dipakai harusnya berdiameter 12 milimeter, namun besi yang dipakai hanya berdiamter 8 milimeter,” beber Sukardi kepada awak media selasa

“Ini artinya penyimpangan yang luar biasa, karena bila ditinjau dari sisi stuktur tentunya akan berkurang, terutama pada kekuatannya. Disisi teras depan juga tidak dipasang balok sloof, sedang pada bestek jelas-jelas ada,”tambahnya.

Selain itu, dalam kegiatan kunjungan Komisi C tersebut, ternyata tak ada satupun tim pengawas yang ditemukan, baik dari Dinas Pendidikan maupun konsultan pengawas.
“Miris memang melihat kondisi seperti ini, masa iya, Kepala UPT (Dinas Pendidikan, red) sampai tidak tahu kondisi dilapangan,”kata Sukardi.

“Hal ini menjadi masalah serius yang harus ditindaklanjuti, karena adanya pelaksanaan pekerjaan yang liar tanpa ada pengawasan dari semua pihak terutama pengawas dari kontraktor itu sendiri, konsultan dan dari dinas terkait,”tutupnya.(SG)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PENDIDIKAN #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi