Senin, 28 September 2026
TERKINI
• Bukan Sekadar Administrasi, Inspektorat Awasi Program Pemkab Lamsel hingga Manfaat ke Masyarakat (49 menit yang lalu) • Peringati Hari Jadi Tenggarong, Dandim 0906/Kkr Bersama Forkopimda Ziarah Makam Raja-Raja (2 jam yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Hadiri Acara Puncak Prosesi Penutupan Erau (2 jam yang lalu) • Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Peringati HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Dari Buku hingga Tali Kasih, Dwi Riyanto Isi Pengajian RISMA dengan Pesan Kehidupan (9 jam yang lalu) • Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (18 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (18 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (1 hari yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (2 hari yang lalu)
INFODESA 21 September 2019, 18:25 WIB 1,944 PDF

Pemakan Daging Kucing Dapat Bantuan Dari Ketua SMSI Provinsi Lampung

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemakan Daging Kucing Dapat Bantuan Dari Ketua SMSI Provinsi Lampung
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

INFODESANEWS, LAMPUNG UTARA — Dua kakak adik, Wagimin (35) dan adiknya Suyatno (30), warga Jalan Jeruk Kelurahan Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, terpaksa makan daging kucing yang sudah mati,

Berdasarkan informasi yang didapat Infodesanews.com. melalui Group Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Selatan, Mereka makan daging kucing karena tidak mampu membeli daging hewan ternak layak konsumsi, mereka hidup miskin dan memprihatinkan. Ironisnya, keberadaan mereka seperti lepas pantauan dari pemerintah setempat

Mengetahui hal ini, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Utara Ardiansyah dan Komunitas Jum’at Berbagi (KBJ) menyambangi dan memberikan bantuan bahan pangan dan dari kunjungan KBJ, kedua kakak adik itu memiliki keterbelakangan mental yang sewaktu-waktu menunjukkan gejala.

Menurut penuturan Ketua SMSI, rumah yang saat ini ditempati Wagimin dan Suyatno merupakan warisan milik orang tuanya.

“Rumah itu tanpa pintu dan jendela, hanya dibatasi potongan seng bekas untuk menutupi, tidak ada satu pun perabotan rumah tangga. Suatu hari, kami mendengar kabar, kedua kakak beradik ini memakan kucing mati hanya karena ingin makan daging,” tutur Ardiansyah.

Masih kata Ardiansyah, “melihat dari keterbatasan yang, bisa jadi, usia yang disebutkan Wagimin saat ditanya awak media pun tidak tepat, kedua orangtuanya sudah lama tiada,” ungkapnya.

Koordinator KJB Lampura, Firmansyah, menyampaikan, jika keterbelakangan memtal yang mereka idap selama ini hanya sewaktu-waktu saja kambuh. Dan ia memastikan, keduanya bukan sakit jiwa.

“Mereka bukan orang gila, saya kira hanya depresi ringan yang sewaktu-waktu kambuh. Itupun tidak mengganggu warga sekitar. Saya yakin, depresi yang dialami keduanya disebabkan faktor ekonomi yang tidak mampu mereka atasi karena berbagai keterbatasan yang mereka miliki,” ujar Firmansyah, Jum’at, (20/9/2019).

Saat dikunjungi, Wagimin dan Suyatno sedang memasak air dengan kayu bakar dan sebuah kaleng bekas.

“Ini air buat saya minum, Pak,” sambut Wagimin sambil mempersilakan tim masuk ke dalam rumahnya.

Komunikasi sangat baik dan lancar, hal ini tentu menampik anggapan jika Wagimin adalah orang gila dan tim langsung menyerahkan berbagai bantuan sembako yang dihimpun dari para dermawan.

Dalam wawancara, Wagimin mengatakan, ia bersama adiknya, beberapa waktu lalu, mengakui memakan kucing mati.

“Iya, Pak. Saya dan adik saya memang makan kucing mati. Waktu itu, yah, karena kepingin aja makan daging. Saya lihat kucing mati di pinggir jalan. Saya bawa pulang dan saya bakar untuk saya makan dengan adik saya,” tutur Wagimin.

Menurutnya, mereka memakan kucing mati itu bukan karena sudah terbiasa, namun karena saat itu tidak ada bahan makanan yang hendak mereka makan.

“Ya, saya makan kucing itu tidak setiap hari kok, Pak. Hanya kebetulan saja ada kucing mati, makanya saya bawa pulang untuk dimakan,” aku Wagimin.

Saat kedatangan tim, adiknya sedang pergi main. Dalam kesehariannya, Wagimin bekerja sebagai pemulung barang bekas untuk dijual. Tampak tumpukan kardus dan berbagai botol plastik bekas di samping rumah.

“Rumah kami ini peninggalan orang tua, Pak. Yah, beginilah. Kalau untuk tidur, yah, kami pakai kardus-kardus bekas. Kadang-kadang ada tetangga yang kasih kami makan, Pak,” ujar Wagimin. (rilis/Kr)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi