Rabu, 14 Oktober 2026
TERKINI
• BPD se-Kabupaten Blora Perkuat Pengawasan Pembangunan Desa (21 menit yang lalu) • HUT Demokrat Tak Sekadar Seremoni, DPC Lamsel Buktikan Kepedulian Lewat Donor Darah (42 menit yang lalu) • PDAM Blora Jamin Pasokan Air Bersih di Tengah Kemarau Ekstrem 2026, Lakukan Penggiliran hingga Dropping Tanki (1 jam yang lalu) • Diduga Di Intimidasi Saat Melakukan Peliputan,PPWI Lampung Desak Kapolda Usut Tuntas (1 jam yang lalu) • TK Pertiwi 1 Tempurejo Terima Bantuan Revitalisasi Rp283 Juta, Kini Punya Toilet Baru dan Kelas Lebih Nyaman (1 jam yang lalu) • Mahasiswa UMS Juara 1 Lomba Poster, Ungkap Kebiasaan Pakai HP saat Berkendara (9 jam yang lalu) • Sekda Sukoharjo Diperiksan KPK Berjam -Jam Hanya Dicecar 2 Pertanyaan (9 jam yang lalu) • Dari Surga Mei–September hingga Badai Januari: Menjaga Roda Ekonomi Karimunjawa Tetap Berputar Sepanjang Tahun (13 jam yang lalu) • Pemkab Blora Teken Perjanjian Pengelolaan Pasar Ngawen, Pedagang Dijadwalkan Kembali 30 Oktober 2026 (13 jam yang lalu) • 449 Prajurit Yonif 410/Alugoro Kembali ke Blora, Satu Gugur di Papua (15 jam yang lalu)
PERISTIWA Blora 14 Oktober 2026, 10:49 WIB 18 PDF

PDAM Blora Jamin Pasokan Air Bersih di Tengah Kemarau Ekstrem 2026, Lakukan Penggiliran hingga Dropping Tanki

Sahid Simon
Oleh: Sahid Simon • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PDAM Blora Jamin Pasokan Air Bersih di Tengah Kemarau Ekstrem 2026, Lakukan Penggiliran hingga Dropping Tanki
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sahid Simon

BLORA, INFODESANEWS – Perumda Air Minum Tirta Amerta Kabupaten Blora atau yang dikenal sebagai PDAM menghadapi tekanan berat di musim kemarau 2026. Panasnya suhu udara membuat penguapan air di waduk dan sungai meningkat tajam, sehingga debit air baku menurun drastis.

Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Kabupaten Blora, Yan Riya Pramono mengatakan kita punya dua instalasi pengolahan air di Waduk Tempuran dan Sungai Ngampel itu habis, tidak bisa produksi. Itu mengaliri sekitar 3.500 pelanggan, tidak bisa teraliri," ujar, Rabu (14/10/2026).

Selain masalah debit, gangguan juga datang dari kebocoran pipa di dua titik pada jaringan dari Cepu. Meski perbaikan telah selesai, pasokan belum kembali normal sepenuhnya.

"Mohon maaf, kemarin ada kebocoran di dua titik dan sekarang sudah selesai. Tapi kendalanya memang belum bisa maksimal," tambahnya.

Untuk wilayah pelayanan dari Sungai Bengawan Solo yang melayani Cepu, Sambong, Jiken, Jepon hingga Blora, pasokan juga terganggu. Kecamatan Blora disebut sebagai wilayah paling kekurangan air.

Upaya yang Dilakukan PDM mengaku telah melakukan sejumlah langkah agar masyarakat tetap mendapat air, meski belum bisa optimal. Di antaranya:

· Penggiliran aliran ke wilayah terdampak

· Dropping tanki air ke titik-titik kritis

· Percepatan penggantian pipa dari HDPE ke pipa JIP agar distribusi lebih lancar

"Kita tetap upaya, mohon sabar masyarakat. Kita akan ganti pipa dari HDPE ke pipa JIP. Mohon doanya agar pelaksanaan ini berjalan lancar dan pelayanan lebih maksimal," harapnya.

Harapan jangka panjang PDM juga menyiapkan solusi jangka panjang. Saat ini sedang berjalan optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Cepu berkapasitas 100 liter per detik. Pada 2028 direncanakan dibangun lagi instalasi pengolahan air berkapasitas 100 liter per detik. Selain itu, akan ada tambahan SPAM dari Karangnongko dan Randublatung.

"Dengan tambahan optimalisasi SPAM itu, di musim kemarau tetap bisa mencukupi pelanggan di Blora. Mudah-mudahan ke depan cukup untuk air baku air bersih masyarakat," ujarnya.

Terkait kinerja keuangan, PDM mencatat laba bersih tahun 2025 sebesar Rp2,024 miliar, naik Rp1,292 miliar dibanding 2024. Untuk 2026, laba diproyeksikan mencapai Rp2,4 miliar.

Meski laba positif, PDM belum bisa memberikan dividen karena masih menutup saldo akumulasi rugi masa lalu. "Dulu saldo akumulasi rugi hampir Rp15 miliar sampai 2015. Sekarang tinggal Rp7 miliar. Insya Allah dengan laba tahun ini tinggal Rp5 miliar, dua tahun berikutnya lunas dan bisa beri dividen," jelasnya.

Ditegaskan, saldo akumulasi rugi tersebut bukan utang ke pihak mana pun, melainkan catatan pembukuan. "Tidak ada pengeluaran, hanya catatan akuntansi. Laba tiap tahun dipakai menutup saldo itu," pungkasnya.

Musim kemarau tahun ini disebut cukup ekstrem. Suhu panas tinggi membuat debit air di Waduk Tempuran dan Sungai Ngampel menyusut, dua instalasi pengolahan air (IPA) tak bisa berproduksi. Ribuan pelanggan di Blora dan sekitarnya terdampak.**Red

Oleh: Sahid Simon Editor: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #Blora #infodesanews #kabarindonesia
Sahid Simon
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

Sahid Simon

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi