Rabu, 30 September 2026
TERKINI
• Ponpes Al Abror Rayakan HUT ke-4, Plt Asisten II Bernostalgia dan Ajak Warga Waspada Kebakaran (2 jam yang lalu) • Dari TOGA ke Pasar Digital, UMS Bekali Mitra PAKYA Herbal (4 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Sidodadi Asri Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Tahun 2027 (4 jam yang lalu) • Karang Taruna Got Talent 2026 Siapkan Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Saatnya Bakat Lokal Tunjukkan Prestasi (9 jam yang lalu) • Pemerintah Desa Margo Mulyo Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (10 jam yang lalu) • DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah (11 jam yang lalu) • GERAK CEPAT TNI-POLRI DAN DAMKAR, SALURKAN AIR BERSIH MENGALIR UNTUK WARGA DESA SERDANG (12 jam yang lalu) • Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya (12 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027, Pemerintah Desa Sumber Jaya Berharap Pemkab Lamsel Bangun Jalan Tapip. (19 jam yang lalu) • Musrenbangdes Tahun 2027 Di Desa Margodadi, Noven Fahri Paparkan Pembangunan Di Tahun 2026 (19 jam yang lalu)
INFODESA 15 Juli 2020, 21:37 WIB 2,079 PDF

Paguyuban SSL-SKD Terus Berinovasi Dengan Bahan Dasar Bogol Pisang Jadi Olahan Pangan

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Paguyuban SSL-SKD Terus Berinovasi  Dengan Bahan Dasar Bogol Pisang Jadi Olahan Pangan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

(ft dokumentasi ibu-ibu saat latihan olahan pangan dari bahan dasar bonggol pisang)

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – – Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd (SSL) Skd dibawah binaan seorang yang duduk di kursi Legeslatif DPRD Lampung Selatan, Sukardi terus berinovasi dalam olahan pangan,

Ketua Divisi olahan Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd, Maulin mengatakan sebelumnya kami juga telah berinovasi olahan-olahan pangan lain. “Kali ini kami juga mencoba dengan olahan pangan yang berbahan baku dari bonggol pisang.”kata dia pada Infodesanews.com. Selasa (14/7 /2020)

(dodol pisang hasil olahan Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd)

Diketahui memang sebagian masyarakat menganggap bahwa bonggol pohon pisang ini dikenal tidak berharga bahkan cenderung jadi limbah dan tidak ada bermanfaat.

Namun di tangan ibu-ibu Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd (SSL – SKD), bagian pangkal pohon pisang ini disulap menjadi jajanan yang gurih, lezat, serta bernilai ekonomis.

Menurut Maulin inovasi ini kami kembangkan melalui pelatihan pengolahan makanan ringan dari bonngol pisang kepada ibu-ibu PKK Desa Rejomulyo, Jatibaru, Talang Jawa dan desa Puji Rahayu yang pelatihanya kami lakukan di sekretariat Sedulur Sak Lawase Skd.

“Hal ini kami lakukan dengan harapan agar ibu-ibu memiliki ketrampilan usaha mikro dan dapat mengembangkan dengan standar resep pembuatan keripik bonggol pisang dari Sedulur Sak Lawase Skd.”ujar Maulin.

Dijelaskan untuk bahan yang kita gunakan jenis bonggol pisang Kepok. Sedangkan Produk kami tidak hanya keripik yang berbahan dasar bonggol pisang saja ada juga dodol pisang, keripik kulit pisang, Stik jantung pisang bahkan bakpia yang berbahan dasar dari pisang dan masih banyak inovasi lainnya.

“Untuk pemasaran nya sendiri kami telah mempunyai divisi marketing dengan cara lewat online dan juga ada di kios-kios patner Sedulur Sak Lawase Skd. dan harga yang bervariasi,
Untuk keripik bonggol pisang kami jual dengan harga Rp. 5000,- sampai Rp 10.000/bungkus sedangkan dodol pisang dengan kemasan 250g di hargai Rp. 20.000 rupiah.”paparnya.

Sementara itu pembina Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd yang juga sebagai anggota DPRD Lampung Selatan, Sukardi, ST, mengatakan dengan adanya pelatihan pelatihan ini diharapkan nantinya ibu-ibu agar lebih kreatif dan bisa mengembangkan potensi dari hasil pelatihan yang selama ini sudah berjalan.

“Paguyuban SSL Skd ini selain memberikan pelatihan olahan-olahan pangan juga bergerak di bidang sosial pemberdayaan masyarakat ibu ibu PKK, Kelompok Wanita Tani ( KWT ), masyarakat umum bahkan dari para Siswa/i tingkat SD-SMP yang ikut dalam pelatihan ini.”kata Politisi dari Fraksi PAN itu.

Dijelaskan disamping Divisi Olahan Pangan Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd ada Divisi Batik dan Rajut Tas, Divisi Tanaman Pangan dan Divisi Peternakan dan Perikanan.

“Memang 3 bulan terakhir ini kami sempat fakum dalam kegiatannya karena adanya wabah covid-19. Sebelumnya Dalam satu bulan SSL bisa 2 kali membuat olahan pangan, batik tulis dan juga cap.”paparnya.

Dengan adanya pemberlakuan di tengah pandemi wabah Covid19 dengan Tatanan Baru atu New Normal, kegiatan ini mulai berjalan lagi, tentunya dengan mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan ini semua ada manfaatnya bukan hanya di dalam Paguyuban Sedulur Sak Lawase Skd, tapi juga bagi masyarakat luas.”pungkasnya.

Ditempat yang sama salah seorang anggota PKK desa, Fery Aris mengatakan dengan adanya pelatihan olah pangan seperti ini sangat membantu dalam penghasilan.

“Tadinya kami hanyalah seorang ibu ibu rumah tangga biasa, namun dengan adanya kegiatan ini saya memiliki ketrampilan dan bisa lebih kreatif bahkan dengan keterampilan ini kami dapat membantu ekonomi keluarga,” kata dia. (Sg)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi