Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (17 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (20 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (22 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 07 Juli 2026, 19:39 WIB 891 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Nguri-uri Sejarah, Pemkot Solo Gelar Kirab Budaya dan Jamasan Keramat

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nguri-uri Sejarah, Pemkot Solo Gelar Kirab Budaya dan Jamasan Keramat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO – INFODESANEWS. COM | Sebagai bentuk pelestarian sejarah dan budaya, Pemerintah Kota Surakarta menggelar Kirab Budaya dan jamasan gamelan serta patung keramat di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Selasa sore (7/7/2026).

Kegiatan dimulai dari pukul 14.30. Kirab budaya melibatkan OPD terkait dan berbagai komunitas budaya, yang digelar dari Plaza Sriwedari hingga Gedung Wayang Orang. Acara dilanjutkan dengan wilujengan, lalu dilanjutkan dengan jamazan gangsa (gamelan) hingga patung keramat seperti Nyai Denok dan Kyai Bagus yang ada di samping panggung dan depan pintu masung gedung wayang orang.

“Ini agenda tahunan yang diselenggarakan dinas kebudayaan dan pariwisata, sekaligus bentuk penghargaan dan doa akan kegiatan yang sudah ada sejak era PB X. Jamasan ini salah satu bagian dari mendoakan agar aktivitas yang ada di sini bisa terus lestari,” kata Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.

Menariknya usai seluruh rangkaian kegiatan dilakukan sebuah gunungan yang berisi hasil bumi dibagikan untuk masyarakat dan para pengunjung yang hadir sore itu. Masyarakat pun antusias berebut hasil bumi berupa sayur mayur yang sebelumnya didoakan itu.

“Semoga kegiatan ini tetap lestari dan bisa diselenggarakan setiap tahun. Kami ikut mangayubagyo dan senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Saya harap kegiatan ini bisa lebih besar dan semakin meriah agar dampaknya semakin bisa dirasakan masyarakat di sekitar Taman Sriwedari,” ucap BRM Kusumo Putro, Penasihat Forum Komunitas Sriwedari, sekaligus Ketua Forum Budaya Mataram dan Dewan Pemerhati Seni Budaya Indonesia itu. (Riyanto/redslo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi