Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Semarakkan HUT ke-81 TNI, Open Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka di Provinsi Lampung. (2 jam yang lalu) • Lindu Aji Kunduran Bersama Dua Anggota DPRD Blora dari PKB Gelar Dropping Air Bersih (2 jam yang lalu) • LSM Harimau Blora Siap Ikut Aksi Moral di MNC Tower Jakarta (7 jam yang lalu) • Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (1 hari yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (2 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (2 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (2 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (2 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (2 hari yang lalu)
INFODESA 27 Desember 2023, 23:45 WIB 2,162 PDF

Nguri-nguri Budaya Dengan Menampilkan 15 Dalang Cilik

Admin Utama
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nguri-nguri Budaya Dengan Menampilkan 15 Dalang Cilik
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS – Pagelaran wayang kulit yang di pentaskan oleh 15 dalang cilik ditampilkan dalam seni Lokakarya dan Pementasan Dalang Anak dengan mengusung tema ” Merawat Bumi ” diselenggarakan di Desa Ngelarohgunung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (27/12/2023) malam.

Kordinator Kegiatan Program, Muhammad Munasir menyampaikan, kebetulan kemarin kita ada tim kerja yang sebelumnya tahun kemarin memang dapat kegiatan ini jadi ditahun ini kebetulan tetangga kebetulan dalang anak, ide dari situ kemudian kita membuat suatu konsep gagasan yang kita sampaikan di Kemendikbud.

“Ternyata di Kemendikbud tersebut ada kata-kata kunci atau tema yang harus kita ikuti untuk mendapatkan pembiayaan ataupun seleksi guna melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan pihak Kemendikbud,” terangnya.

Munasir menambahkan, dengan mengambil tema “Merawat Bumi” itu sendiri sedikit kami gaungkan menjadi judul kegiatan kami yang mana dari tema Kemdikbud yaitu merawat ataupun tentang lingkungan, jadi kita mengambil tema tersebut yang ada di sekitar kita.

Sebelumnya ada rangkaian acara yang kita persiapkan dari perikrutan peminatan anak-anak untuk dalang Blora dan kita ada workshop dan pelatihan selama selama satu Minggu, persiapan pementasan dan malam ini puncak acara pementasan 15 dalang anak yang sebelumnya kita latih didampingi mentor.

“Kegiatan-kegiatan ini tentunya ada beberapa yang perlu di kordinasi bersama Pemkab ataupun pihak-pihak yang berwenang,” tambahnya

Lanjutnya, kegiatan ini mungkin himbauan juga dari Kemendikbud bagaimana kegiatan-kegiatan ini bisa berkelanjutan yang nantinya bisa di support oleh Pemkab masing-masing wilayah.

“Semoga penggiat-penggiat budaya di Kabupaten Blora mulai bermunculan generasi-generasi baru ataupun para pemuda untuk melakukan kegiatan kebudayaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, peserta terbuka untuk umum ada yang berasal dari beberapa wilayah dari Desa Ngelarohgunung hingga luar kota Blora, dari Grobogan, Rembang dan Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinporabudpar Blora, Setyo Pujiono Memaparkan, kegiatan malam ini cukup luar biasa terutama ini penghargaan setinggi-tingginya untuk panitia yang menjadi inisiator dan Alhamdulillah ini bukan yang kali pertamanya, ini sudah beberapa kali sudah beberapa kali berkelanjutan panitia memiliki acara.

“Kebutuhan juga sesuai tema Hari Jadi Kabupaten Blora yang ke-274 ini Sesarengan Mbangun Blora berkelanjutan dengan nguri-nguri budaya Desa,” ujar Gembong sapaan akrabnya.

Gembong melanjutkan, ditanggapi dengan baik oleh teman-teman di Ngelarohgunung jadi budaya sudah di kembangkan, berawal dan berakar di desa sehingga di harapkan selanjutnya budaya Blora akan mengakar tumbuh berkembang mulai dari desa sampai ke kota bahkan sampai ke nasional

“Selama ini lewat kerjasama sanggar Cahya Wirat bidang kebudayaan Dinporabudpar selama ini hampir 10 tahun kita mengadakan pelatihan dalang-dalang cilik, baik yang masih di tingkat TK sampai dalang remaja dan bahkan beberapa anak didik kita hasil kerjasama dengan Cahya Wirat sudah ada, yang kuliah pedalangan baik di Unnes maupun di Institut Seni Indonesia Surakarta,” terangnya

Lanjutnya, dengan adanya kurikulum merdeka ini kita bisa mengutamakan sekaligus mengangkat wayang sebagai salah satu muatan dalam kurikulum merdeka

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi