Jumat, 2 Oktober 2026
TERKINI
• Pemerintah Desa Karang Anyar Gelar Musrenbangdes Tahun 2027 (26 menit yang lalu) • Dandim 0906/Kkr Pimpin Acara Korp Raport Kenaikan Pangkat Dan Purna Bhakti (8 jam yang lalu) • Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya (1 hari yang lalu) • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Blora, 13 Siswa SDN 1 Tutup Alami Keluhan (1 hari yang lalu) • Polres Blora Bongkar 5 Kasus Narkoba, 8 Tersangka Diamankan (1 hari yang lalu) • 63 Prajurit Kodim 0721/Blora Naik Pangkat, Dandim Tekankan Tanggung Jawab Lebih Besar (1 hari yang lalu) • Revitalisasi KB Aisyiyah Dologan: Bangunan Baru, Semangat Baru untuk Anak Usia Dini (1 hari yang lalu) • Teguhkan Nilai-Nilai Pancasila Danramil Tenggarong Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila (1 hari yang lalu) • Pancasila Dikumandangkan, Keadilan Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • Renungan Suci di Tugu Pancasila Blora, Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat Bumikan Nilai-Nilai Pancasila (1 hari yang lalu)
INFODESA 01 Mei 2021, 11:29 WIB 598 PDF

Nekat Mudik Bakal Dikarantina di Rumah Angker

Admin Utama
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nekat Mudik Bakal Dikarantina di Rumah Angker
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BOYOLALI – INFODESANEWS, Pemerintah mengeluarkan larangan mudik demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun sebagian masyarakat masih ada yang nekat pulang ke kampung halamannya. Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali memiliki cara unik untuk memberikan imbauan agar warga perantauan agar tidak pulang kampung.

Yakni, warga nekat mudik itu akan dikarantina di rumah angker berlokasi punden kawasan sendang desa yang terletak di Dukuh Piji. Kades Sidomulyo, Moh Sawali mengatakan, upaya ini dilakukan lantaran warga Kecamatan Ampel yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Desa Sidomulyo.

”Disitulah muncul pelajaran yang sangat berharga untuk kita, sehingga kita lebih giat untuk mengantisipasi biar sesuatu yang berakibat fatal itu tidak kembali terulang,” ungkap dia.

Sebagaimana diberitakan di laman boyolali.go.id. Sejak awal bulan Ramadan, pihaknya sudah mengimbau warganya yang merantau agar tidak mudik. Jika ada warga yang tetap mudik dan tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter atau surat bebas Covid-19, maka terpaksa harus menjalani karantina selama tujuh hari di lokasi yang sudah disiapkan.

Hingga saat ini, sudah ada dua orang perantau yang dikarantina di tempat yang disediakan. Sawali menambahkan, untuk kebutuhan logistik bagi orang yang menjalani karantina di lokasi tersebut, sudah disediakan Satgas Jogo Tonggo desa.
Adanya upaya karantina seperti yang dilakukan oleh pemerintah desanya, Sawali berharap bahwa nantinya para perantau mengurungkan niatnya untuk pulang kampung hanya sebatas untuk bersilaturahmi. “Toh silaturahmi sekarang kan bisa, melalui video call dan lain sebagainya,” tegas Sawali.

Salah satu perantau dari Tangerang, Fajar Adi Nugroho, yang kini sedang menjalani karantina di tempat tersebut, mengaku menyesal karena nekat pulang kampung ke desanya. Sebenarnya, Fajar sudah mengetahui tentang larangan pemerintah untuk mudik. Namun dia nekat melakukannya dengan melewati jalan tikus dan berangkat pada malam hari, sehingga bisa lolos dari pantauan yang berwajib.

Ditanya mengenai surat keterangan sehat, dia belum memilikinya dan hanya asal pulang. Kini dia harus menjalani karantina di lokasi angker yang membuatnya merasa takut. “Tetep di sana aja dulu, jangan pulang dulu, daripada dikarantina kaya kita,” pesan Fajar. (*/boy/her)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama
Jurnalis Terverifikasi Administrator Utama

Admin Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi