Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (16 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
NASIONAL 14 November 2017, 05:13 WIB 691 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Muslimat NU Situbondo Kunjungi Muslimat NU Semarang Bincang Perberdayaan Perempuan dan Anak

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Muslimat NU Situbondo Kunjungi Muslimat NU Semarang Bincang Perberdayaan Perempuan dan Anak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, Infodesanews.com – Eksistensi perempuan pada dasarnya tidak terbatas pada persoalan tanggungjawab biologis moral semata. Peran perempuan di ranah publik harus dijawab oleh Muslimat NU di seluruh Indonesia. Demikian inti diskusi Muslimat NU Semarang saat menyambut kedatangan Muslimat NU Situbondo di TAK Tarbiyatul Athfal 1 jalan Parangkesit Tlogosari Semarang (13/11/2017).

Rombongan Bu Nyai dari jawa timur tersebut antusias bertukar informasi dan pengalaman berorganisasi. Kepada rombongan dari Situbondo Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Semarang Muslimatin Djatmiko menyatakan bahwa dengan TK Tarbiyatul Athfal 1 dipilih sebagai tempat untuk pertemuan karena selain dekat dengan Masjid Agung Jawa Tengah, TK tersebut juga memiliki ruang konsultasi penanganan kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)

Hasanah Thohir mewakili Ketua PC Muslimat NU Situbondo yang berhalangan hadir menyampaikan terima kasih atas sambutan dari para Bu nyai di kota lumpia. Selain itu Hasanah juga menyampaikan kegiatan yang dilakukan oleh para Bu nyai Situbondo dalam menyambut hari pahlawan nasional

“Terima kasih untuk sambutan dari Muslimat Semarang, tadi baru keluar dari mobil lihat seragamnya sama itu sudah seneng.” Kata alumnus PP Salafiyah Syafi’iyah Sidorejo membuka sambutan. Ia menerangkan pentingnya Ruhul jihad di kalangan Bu nyai NU, “KH Raden Asad Syamsul Arifin itu tokoh NU yang menjadi pahlawan nasional. Kita semua tahu bahwa gelar pahlawan itu tidak begitu penting. Terlebih bagi beliau-beliau yang sudah gugur. Namun memberikan pemahaman bahwa kiai itu juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia itu penting untuk generasi penerus bangsa ini. Ketika negara gonjang-ganjing yang bisa menentramkan ya NU” Kata perempuan yang dulu aktif di Fatayat itu mantab. “Hari pahlawan kemarin kita di Situbondo mengadakan workshop untuk menumbuhkan ruhul jihad. Istilahe kok medeni me yo.. (istilahnya kok menakutkan ya..) katanya dalam bahasa Jawa. “Ruhul jihad ini penting untuk menyadarkan bahwa para kiai di zaman dulu banyak mengambil peran dan keputusan penting dalam kehidupan bernegara” terang aktivis yang saat ini menjadi anggota dewan di Situbondo. Ruhul jihad tersebut diharapkan dapat memberikan efek tersendiri bagi para Bu nyai untuk dapat berperan di berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Selain perjuangan induk kita menegakkan Aswaja an Nahdliyyah banyak sekali persoalan yang perlu diperhatikan. Narkoba, free sex, KDRT hoax, dan sebagainya”. Katanya menegaskan.

Dalam dialog yang berlangsung hingga sore tersebut PC Muslimat NU Semarang menyampaikan bahwa Muslimat NU Semarang selalu bersinergi dengan pemerintah kota Semarang. Penanganan KDRT dari tingkat cabang (kota) hingga tingkat ranting (kelurahan) dengan konsultasi tertutup, bekerja sama dengan BNN membentuk Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Semarang yang bergerak dari pesantren hingga sekolah, bahkan untuk makanan yang dijajakan di PAUD, TK binaan Muslimat NU Semarang dikontrol dengan baik, penyebaran paham radikal yang berkembang melalui radio maupun jejaring sosial dan sebagainya diantisipasi melalui pengajian jaga gawang aswaja. (Rifqi/Yono)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi