Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (7 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 Oktober 2025, 09:13 WIB 1,438 PDF

Mesin Filter Air Bantuan APDes 2021 Jadi Sorotan, Warga Hantipan Nilai Pembangunan Mubazir

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mesin Filter Air Bantuan APDes 2021 Jadi Sorotan, Warga Hantipan Nilai Pembangunan Mubazir
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

SAMPIT, INFODESANEWS – Pembangunan mesin filter air bersih yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APDes) tahun 2021 kini menjadi sorotan warga Desa Hantipan, Kecamatan Mentaya Hilir Laut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Proyek bernilai ratusan juta rupiah itu awalnya digadang-gadang sebagai program unggulan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, setelah lebih dari tiga tahun berlalu, fasilitas tersebut belum difungsikan secara maksimal.

Mesin filter yang dibangun di kawasan strategis desa itu direncanakan menjadi solusi atas sulitnya air bersih, terutama di musim kemarau. Dengan teknologi penyaring canggih, alat tersebut diharapkan mampu mengolah air Sungai Mentaya menjadi air layak minum. Dalam perencanaannya, pemerintah desa bahkan menargetkan pengembangan usaha air isi ulang dan air minum kemasan untuk menambah pendapatan desa.

Namun, hingga kini rencana itu belum terealisasi. Mesin filter tampak tidak beroperasi dan hanya sesekali dibersihkan, sementara biaya perawatan masih tercantum dalam anggaran tahunan desa. Kondisi inilah yang memicu warga mempertanyakan transparansi dan efektivitas pelaksanaan proyek.

“Mesin itu seharusnya sudah bisa digunakan untuk kebutuhan warga, terutama saat kemarau. Sayang kalau alat semahal itu dibiarkan tidak berfungsi,” ujar Madi, warga setempat, dengan nada kecewa.

Beberapa warga lain menilai proyek tersebut terkesan mubazir dan tidak tepat guna, karena tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mereka mendesak kepala desa agar memberikan penjelasan terbuka terkait penggunaan dana dan alasan belum difungsikannya mesin filter air.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hantipan, Musliana, menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya telah melakukan sosialisasi kepada warga terkait penggunaan air bersih dari mesin tersebut.
Namun, sebagian warga menolak karena sumber air berasal dari Sungai Mentaya yang dinilai keruh dan tidak memenuhi standar kesehatan.

“Kami sudah sosialisasikan bahwa warga boleh mengambil air bersih secara gratis. Tapi banyak yang menolak karena khawatir kualitas air dari sungai belum layak konsumsi,” jelas Musliana kepada Info Desa News, Selasa (21/10/2025).

Musliana menambahkan, gagasan pembuatan air minum kemasan yang dirancang kepala desa sebenarnya cukup baik untuk menambah pendapatan desa, namun hingga kini belum terlaksana. Saat ini, mesin filter telah beroperasi secara terbatas dengan kapasitas dua profil tangki berdaya tampung 2.400 liter.

Terkait rincian anggaran, ia mengungkapkan bahwa pada APDes 2022 tercatat alokasi untuk rehabilitasi dan peningkatan sumber air bersih milik desa sebesar Rp19.963.270.

Sementara untuk tahun anggaran 2023 hingga 2025, rincian anggaran belum tersedia secara spesifik, hanya tercantum dalam total keseluruhan biaya pembangunan dan transfer dana dari kabupaten.

Warga berharap pemerintah desa dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan serius agar fasilitas yang dibangun menggunakan dana publik benar-benar bermanfaat.

Mereka menilai, proyek mesin filter air seharusnya tidak sekadar menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air bersih yang layak konsumsi.(yns/Amd)

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi