Kamis, 24 September 2026
NASIONAL 24 Juli 2019, 08:10 WIB 564 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

JRA, Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

Jurnalis / Kontributor: Redaksi
Jumlah Tayang: 564 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

JRA, Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

TEMANGGUNG, INFODESANEWS – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar nasional bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019. Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa JRA Temanggung harus melakukan beberapa langkah. “Langkah JRA Temanggung harus menyinkronkan dengan kepengurusan NU, strukturalisasi JRA dengan NU,” katanya.

Jadikan pengurus Ranting NU sebagai Praktisi JRA katanya, dan nyatakan JRA yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh PP Tajul Haq Ngimbrang KH Maftuch saat menyampaikan materi persuwukan, mengatakan bahwapraktika harus menghargai keilmuwan para sesepuh. “Jadilah Praktisi yang menghargai keilmuan para sesepuh. Jadilah praktisi yang menjaga muru’ah demi kepercayaan masyarakat terhadap JRA. Allah SWT menjadikan tumbuhan dan yang lainnya sebagai Obat saja bisa, apalagi Alquran kalamullah tentunya sangat bisa diyakini untuk pengobatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sementara Bendahara PWNU Jateng KH Kholison juga menegaskan bahwa suwuk menjadi bagian dari gerakan nasionalisme. ”Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tokoh Islam saat massa penjajah adalah gerakan nasionalisme yang sangat cinta terhadap Nusantara. Gerakan kita adalah gerakan yang benar-benar militan mengalahkan para militer asing,” beber Instruktur Nasional PKPNU tersebut.

Sekretaris PWNU jateng Gus Hudalloh Ridwan juga menyampaikan eksistensi JRA sangat bisa masuk dalam berbagai bidang di jamiyyah NU antara LDNU dan LKM. “Semaraknya JRA adalah tohokan yang luar biasa terhadap kaum aqliyah rasional, karena pengobatan kedokteran yang rasional saja masih banyak yang dilarikan ke pengobatan alternatif,” katanya.

Menurutnya, JRA adalah perjuangan ideologi yang menyatukan rasional dan nas Alquran. “Praktisi seharusnya tidak terjebak hanya pada dunia Ruqyah saja tapi juga manhaj-manhaj annahdliyah dan lajnah syar’iyyahnya. Sebab, syariat yang lemah rentan terhadap kesesatan,” kata Gus Huda.

Selain seminar nasional, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan pelantikan pengurus cabang JRA Se-Jawa Tengah dan Juga Halal Bi halal seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang JRA.

 

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi